Cara Membuat Popok Cuci Ulang

5 Januari 2019 at 11.18 1 komentar

Salah satu cara untuk mengurangi sampah di rumah adalah dengan mengalihkan penggunaan pamper ( popok sekali pakai ) dengan Popok Cuci Ulang. Karena kebetulan di rumah masih ada bahan sisa waktu bikin pembalut cuci ulang , soo aku memutuskan untuk membuat popok cuci ulang sendiri. Untuk tuto dan modelnya aku download google  saja.Berikut Beberapa link pola diapers yang bisa didownload:

http://themafiatutu.blogspot.com

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

Kain Waterproof

Kain Katun/Kain Flanel/Bedong

Karet Elastis lebar 1, cm

Potong pola di kertas karton/kertas tebal

Jiplak pola di atas kain waterproof dan kain katun/bedong masing masing satu.

Potong sesuai pola, jadinya seperti ini. Kain berwarna merah adalah kain waterproof, ( aku menggunakan bahan sprei waterproof ) kain pink adalah kain bedong.

 

Posisikan potongan kain tersebut, jahit kedua sisi. Lakukan untuk kedua potongan, kain waterproof maupun kain katun/flanel/bedong,Seperti gambar berikut

 

 

 

Gambar setelah dijahit. Lakukan juga untuk lapisan waterproof ( merah )

 

Pasang elastis pada kain bedong,Jahit ujung-ujung elastisnya saja. Sisi yang dipasang elastis adalah samping kanan. kiri dan bagian atas ( yang ada sambungan sisi kanan kiri )

 

Setelah dipasang karet elastis :

Setelah dipasang karet, tumpuk bagian waterproof dan kain bedong, bagian bagus menempel dengan bagian bagus. seperti gambar berikut. Jahit sekelililing, sisakan kurleb 10 cm, di sisi  yang tidak terpasang elastis.

Setelah dijahit keliling, balik melalui sisi yang tidak dijahit tadi. Tapi sebelum dibalik gunting cekris sekelilingnya, seperti gambar berikut :

Hasil setelah dibalik

Jahit tindas sekeliling, hasilnya seperti gambar berikut

Pasang kancing snap. Jika tidak ada kancing snap bisa diganti dengan velcro, tapi dipasang sebelum kedua kain dijahit keliling.

Gambar setelah jadi.

 

Tutorial tersebut hanya covernya saja. Untuk pemakainnya, harus dilengkapi insert  ( bahan peresap ompol ) di dalamnya. Aku sendiri memakai kain bedong/kain lap ompol yang dilipat-lipat, karena lebih cepat kering jija dicuci. Bisa juga menggunakan insert yang tebal, tapi menurutku kurang praktis karena keringnya lama saat dicuci. Alhamdulillah anakku cukup nyaman memakainya. Setiap beberapa jam aku priksa insertnya, kalau kena ompol langsung aku ganti.

 

Entry filed under: Crafting. Tags: , , .

[Manajemen ASI] Pilih FIFO,LIFO atau WIN-WIN Rekomendasi Channel Youtube Untuk Belajar Jahit Otodidak

1 Komentar Add your own

  • […] Pertama,masalah Diapers. Punya anak kecil, masih batita yang tentu saja masih suka ngompol, bagi aku merupakan masalah tersendiri. Penginnya si idealis, bisa mulai melakukan toilet training, tapi untuk melakukan itu semua kan benar-benar butuh pendampingan dari orangtua secara langsung, sedangkan saat ini statusku masih ibu bekerja di luar yang tiap hari harus meninggalkan anak separuh hari. Tidak ada ART, bapaknya pun lebih sering di luar kota,sehingga dedek lebih sering dijaga sama kakak kakaknya yang nota bene pemikiranya masih anak-anak. Bagaimana akan mewujudkan idealisme tersebut? Yang namanya anak, pastilah lebih suka yang praktis praktis. Jangankan anak-anak. Orang tua pun pasti juga begitu, jadi ketika sikecil di rumah selalu dipakaiin pampers, karena ya ngga telaten kalau setiap saat ganti celana. Dan Alhamdulillah, untuk saat ini kami sudah beralih ke popok kain cuci ulang yang saya buat sendiri. Saya juga sudah buat tutorialnya di sini.  […]

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 650 pengikut lainnya

Blog Catatan Bunda kini bisa diakses melalui aplikasi Android dengan cara klik dan instal gambar di bawahini


%d blogger menyukai ini: