[Manajemen ASI] Pilih FIFO,LIFO atau WIN-WIN

2 Mar

                            ASIP

Tak terasa dedek Shalom sudah menginjak usia 9 bulan. Daan…Alhamdulillah sampai saat ini produksi ASIku masih lancar. Ini benar-benar di luar ekspektasiku.Padahal perjuangan kali ini juga hanya mengandalkan alat tempur seadanya, tanpa pompa ASI . Aku mulai memerah ASI kurang lebih lima hari sebelum kembali masuk kerja. Waktu itu satu hari berhasil mengumpulkan satu botol ex UC( 100ml ). Hingga saatnya masuk kerja ada sekitar 5 botol stok ASIP.

Setelah aku masuk kerja , aku pun mulai mengumpulkan stok ASIP untuk persediaan ketika dedek aku tinggal . Selama di kantor, Alhamdulillah bisa dapat dua botol , ditambah satu botol hasil pumping di rumah jadilah tiga botol perhari. Awal-awal ketika aku tinggal kerja dedek menghabiskan kurang lebih dua tiga botol ASI. Tapi semakin kesini, konsumsi ASI dedek semakin sedikit, apalagi ketika sudah mulai mendapat tambahan MPASI. Alhasil tiap hari ada kelebihan ASI dan stok ASIP pun semakin bertambah. Di sinilah aku mulai dihadapkan dengan beberapa pilihan pemberian ASIP. Sebelumnya, aku sudah rajin mencari informasi bagaimana metode pemberian ASI khususnya untuk ibu bekerja. Dari berbagi sumber ada beberapa cara pemberian ASI berdasarkan urutan:

FIFO (First In First Out)
Metode ini seperti sistem antrian . Yang pertama kali masuk akan keluar pertama kali, yang artinya hasil perahan yang lebih dahulu akan akan diberikan lebih dulu kepada bayi. Awalnya aku pakai metode ini. Jadi, hari pertama aku kerja, dedek aku kasih ASIP hasil perahan pertama ( 5 hari sebelumnya ).  Saat itu dedek menghabiskan dua sampai tiga botol tiap hari. Sedangkan tiap hari aku bisa memerah ASI sampai tiga botol perhari. Ketika hasil perahan lebih banyak dari pada yang dikonsumsi, otomatis tiap hari ada sisa ( stok ), hingga lama-lama ASI yang aku perah hari ini bisa aku berikan enam tujuh hari yang akan datang hingga akhirnya sampai satu-dua bulan yang akan datang. Memang si, dengan cara ini ada keuntungannya yaitu ,  Kemungkinan ASIP basi/kedaluwarsa akan sedikit karena rotasi ASIP di freezer terus dilakukan. Tapi disamping itu ada juga kerugiannya yaitu – Gizi ASIP beku tentunya tidak sebaik gizi ASIP fresh
Note: Cocok diterapkan untuk hasil perah ‘kejar tayang’

LIFO (Last In First Out)
Kalau metode yang ini,  kebalikan dari metode FIFO. Jadi hasil perah ASIP yang terakhir (atau yang fresh) akan diberikan ke bayi lebih dahulu. Kelebihan dari metode ini adalah ASI segar/fresh lebih baik drpd ASI dari chiller atau freezer, makin fresh maka akan semakin baik kandungannya.
Kelebihan yang lain ,  ASI adalah cairan hidup yang berbeda komposisinya setiap hari karena disesuaikan dengan kebutuhan bayi, ASIP yang diperah mendekati usia bayi lebih baik karena hampir sesuai dengan kebutuhan bayi.
-Namun di samping kelebihan , ada kekurangannya juga yaitu  Kemungkinan ASIP basi menjadi besar, jika ASIP yang pertama kali diperah tidak kunjung dikonsumsi bayi. Konon, cara ini  cocok diterapkan untuk hasil perah ‘meluber’. Saat stok ASIP mulai bertambah, sebenarnya pengin menggunakan cara ini, karena rasanya kok sayang, ASI yang fresh lama-lama menjadi tidak fresh, tapi ada rasa khawatir juga kalau semakin banyak stok ASIP yang lama dan cepat kadaluarsa. Kan sayang kalau harus dibuang.
WIN-WIN

Ini adalah kombinasi dari dua metode FIFO dan LIFO. Dan saat ini aku pakai metode yang ini, karena sebenarnya di bilang melimpah ya tidak melimpah banget, soalnya sampai saat ini Alhamdulillah cukup menyimpan di satu rak freezer kulkas sendiri. dikatakan kejar tayang juga tidak karena masih cukup stok. Akhirnya sekarang aku siasati dengan menyediakan satu botol ASIP yang fresh dan satu botol yang paling lama dengan harapan ,  Bayi akan mendapatkan ASIP fresh dengan kandungan yang lebih baik, selain itu   kemungkinan ASIP basi lebih kecil dibandingkan metode LIFO

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: