Aku dan Harapanku di 2018

22 Februari 2018 at 01.19 Tinggalkan komentar

2017 telah berakhir dengan meninggalkan sejuta kenangan. Bagiku, 2017 adalah tahun yang penuh anugerah, namun bukan berarti tahun-tahun sebelumnya tahun tanpa berkah, tapi 2017 kemarin memang terasa spesial. Ada beberapa hal yang menjadikan 2017 kemarin terasa lebih spesial, beberapa hal diantaranya adalah :

Di usia kepala empat, Aku kembali diberikan kepercayaan olehNya. Ada rasa bahagia namun juga campur was-was menjalani kehamilan ke sekian kali di usia yang tak lagi muda.

Faktor usia yang Lebih dari 35 tahun dan telah melahirkan lebih dari empat kali menjadikanku menyandang predikat bumil Resti ( Resiko Tinggi) Namun, Alhamdulillah dari awal kehamilan hingga melahirkan tak ada keluhan yang berarti.

Bener-bener gak terbayang sebelumnya , bahwa setelah dikaruania 5 orang anak dari delapan kali kehamilan, ternyata akhir tahun 2016 di kasih rizki lagi. Akhirnya, dipertengahan tahun 2017, putri ku lahir dengan sehat. Dan senangnya lagi, meskipun dengan alat tempur seadanya tanpa bantuan pompa ASI, anakku lulus ASI Eksklusif. Boleh dibilang, lebih sukses dari anak sebelumnya, karena hingga usia enam bulan aku masih memiliki stok ASIP yang cukup. Sekarang memasuki bulan kedelapan, produksi ASI juga masih lancar.
Spesial yang kedua adalah, dipenghujung tahun 2017,Alhamdulillah kewajiban terhadap salah satu Bank terselesaikan. Bagiku ini sebuah perjuangan yang tak mudah. Selama hampir 20 tahun, tepatnya sejak tahun 1998 ( saat itu baru 1 tahun bekerja ) hingga akhir 2017 kemarin hampir tidak pernah menerima gaji utuh. Walaupun pada awalnya hanya berniat utang dalam jangka 5 tahun, namun pada kenyataannya belum genap 5 tahun sudah ambil pinjaman lagi. Memang si, uang yang aku pinjam tidak melulu untuk kebutuhan konsumtif yang tapi ada juga untuk membeli motor, membangun rumah kecil-kecilan. Rasanya hanya dua hal tersebut yang terlihat, selebihnya aku lupa untuk apa saja. Jumlah angsurannya juga lebih dari separo gaji. Begitu seterusnya hingga berlangsung selama hampir 20 tahun.

Maka di akhir tahun 2015 aku sudah berencana mulai mengurangi pinjaman-pinjaman yang sifatnya kecil. Nah disini benar – benar harus tahan godaan. Maklum lah, dikantor banyak penawaran – penawaran menarik, bukan hanya pinjaman uang, tapi juga berupa kredit barang, dengan bunga yang bersaing, dan juga kemudahan dalam urusan administrasi. Dan ternyata, tidak memiliki utang itu lebih tenang. Benar benar free.. Harapanku, semoga aku bisa konsisten untuk menahan diri dari godaan godaan keinginan yang sebenarnya tidak perlu.

Iklan

Entry filed under: Curhat, Uncategorized. Tags: , , .

[Pregnancy Diary] USG Minggu ke Minggu [DIY] Recycle Pouch dari Jeans

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 650 pengikut lainnya

Blog Catatan Bunda kini bisa diakses melalui aplikasi Android dengan cara klik dan instal gambar di bawahini


%d blogger menyukai ini: