Kembali Berjuang MengASIhi

20 Agu

Setelah melalui proses kehamilan dan persalinan dengan lancar , maka perjuangan selanjutnya adalah memberikan ASI eksklusif untuk babyku. Awalnya rada-rada pesimis , mungkinkah aku bisa kembali memberikan ASI eksklusif seperti sebelumnya.

Kekhawatiranku ini bukan tanpa alasan, Pertama kondisi kehamilan yang aku rasakan berbeda dari kehamilan yang sebelumnya. Ketika hamil Kenzie sebelumnya , umur kehamilan delapan bulan, ASI sudah mulai keluar meski sedikit. Aku pikir, mungkin karena faktor usia. Kedua, awal-awal meyusui juga rasanya biasa saja, tak ada rasa-rasa sakit pada payudara (PD ), tidak bengkak juga seperti sebelumnya. Dulu, ketika sikecil sedang menyusu salah satu PD, maka PD yang lain keluar ASI dengan sendirinya. Saat beberapa jam tidak menyusui juga ASI akan keluar sampai merembes ke baju. Tapi ini kok tidak terjadi. Pertama kali memerah ASI cuma dapat beberapa ml saja. Padahal untuk kelahiran anakku ini aku hanya mengambil cuti 40 harian. Bagaimana jika sampai tak tercukupi ? Sempat galau juga, kadang terlintas untuk berhenti bekerja saja.

Karena kekhawatiranku , aku coba browsing tanya-tanya mbah Google, gimana agar ASIku banyak. Dan Yuhuu..salah satu tipsnya adalah sering sering memompa ASI. Sebenarnya sudah lama si aku juga tahu harus sering perah ASI, karena semakin sering diperah , semakin banyak pula ASInya, karena prinsipnya produksi ASI adalah supply on demand. Dan yang penting diperhatikan adalah waktu memerah, yaitu setelah dedek menyusui , bukan sebelumnya. Seberapapun hasilnya, yang penting bisa mengosongkan payudara. Semakin sering kosong, semakin cepat berproduksi kembali. Selain waktu kemerahan, frekuensi memerah juga ternyata berpengaruh. Dulu aku hanya memerah satu kali di tempat kerja, saat jam 12 an. Pikirku pasti ASI nya masih sedikit. Ternyata anggapanku keliru. Walaupun baru 2 sd 3 jam ASI di perah, ternyata tetap keluar juga ASI nya. Jadi memang dibutuhkan ketélatenan dan kesabaran untuk hasil yang optimal. Disamping itu, keyakinan dan sikap rileks  juga penting. Soalnya kalau pikiran sudah pesimis duluan, biasanya juga hasilnya sedikit. 

Alhamdulillah setelah diterapkan ternyata hasilnya memuaskan. Kurang dari seminggu sebelum masuk kerja, aku sudah mulai memerah ASI untuk persedian . Ketika mulai masuk kerja aku sudah berhasil mengumpulkan lima botol ex UC. Kini usia babyku menginjak 2,5 bulan dan Alhamdulillah hingga kini ada 30 puluhan botol stok ASIP di kulkasku, sampai-sampai kekurangan wadah ASIP

Rencana mau beli plastik ASIP saja, agar lebih ringkas di simpan di freezer. Selama aku tinggal kerja dari jam 7 sampai dengan jam setengah tiga anakku menghabiskan sekitar 1,5 sd 2 ,5 botol ASIP. Sedangkan tiap hari aku bisa memerah 3-4 botol UC, yaitu hasil memerah pagi hari sebelum berangkat kerja, ditambah 2 botol di tempat kerja. Kadang-kadang malam juga memerah, jika payudara terasa sakit dan kencang. Dan untuk kali ini, aku full memerah ASI tanpa bantuan Pompa ASI, hanya dengan tangan.

Meski sekarang dedek baru berusia 2,5 bulan dan pemberian ASI eksklusif enam bulan, tapi setidaknya aku merasa lega, karena bagiku ini lebih baik dibandingkan waktu menyusui Kenzie dulu, yang waktu 5 bulan sudah mulai perah ASI kejar tayang. Harapanku, semoga aku bisa memberikan ASI eksklusif hingga enam bulan dan terus berlanjut hingga dua tahun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: