Menjalani Kehamilan di Usia 40an

6 Agustus 2017 at 00.00 2 komentar

Setelah Kenzie lahir di tahun 2013,kupikir nggak bakalan lagi.Ternyata empat tahun kemudian, tanpa diduga aku kembali diberi kepercayaan lagi. Perasaan bahagia, tak percaya, cemas, galau,bercampur jadi satu. Bahagia dan bersyukur karena kehadiran anak adalah anugerah, tak percaya karena selama ini kami menjalani KB dengan cukup disiplin, sedikit cemas mengingat usia yang sudah menginjak kepala empat.

Sependek pengetahuan saya, kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun, masih ditambah dengan riwayat melahirkan lebih dari empat  termasuk kehamilan resiko tinggi. Memang, terkadang ada rasa sedikit cemas, namun saya selalu berusaha yakin dan optimis bahwa aku dan bayiku baik-baik saja.

Selama menjalani kehamilan kemarin, aku selalu memeriksakan diri secara teratur, baik ke bidan, Puskesmas maupun ke dokter spesialis kandungan. Bahkan kurang lebih 8 kali periksa USG,meskipun sebenar tidak perlu sebanyak itu. Alhamdulillah selama periksa tensi dan kenaikan berat badan normal-normal saja.

Selain rajin memeriksakan diri, aku juga berusaha makan dan olahraga secara teratur, terutama menginjak trimester kedua,karena saat trimester pertama masih mual – mual, jadi tak bisa makan secara teratur. Untuk olahraga paling jalan – jalan dan Yoga di rumah.

Menginjak trimester ketiga, Alhamduliilah tidak ada keluhan yang berarti. Hanya kaki kadang bengkak, terutama  jika karena tuntutan pekerjaan, mengharuskan aku untuk duduk berlama-lama di depan komputer. Tapi alhamdulilah hanya berlangsung dua tiga hari. Jika kaki mulai bengkak lagi, pasti aku sempatkan jalan-jalan sebentar di sela-sela pekerjaan , dan cara tersebut ternyata cukup ampuh untuk mencegah kaki kembali bengkak.

Meski tidak ada keluhan yang berarti,  cek rutin tetap aku lakukan, tiap bulan USG. Rasanya seneng aja , bisa ngintip debay di perut. Boleh dikatakan salah satu momen yang selalu kurindukan saat hamil ya USG. bahagia rasanya ketika mengetahui perkembangan debay sehat. Selain USG, aku juga cek laborat, periksa darah lengkap, ( HB, Leukosit, dll ), Gula darah, dan Protein Urine, dan hasilnya semua dalam batas normal.

Dan, bertepatan hari kelima dibulan Ramadan, dedek lahir normal. Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan. Begitu banyak kemudahan yang diberikan olehNya.

Iklan

Entry filed under: Bayi dan Balita, Catatan kehamilanku, Kehamilan, Sharing, Tips.

[Pregnancy Diary]Ketika HPL HPHT berbeda dengan HPL USG Kembali Berjuang MengASIhi

2 Komentar Add your own

  • 1. ririn d.  |  13 September 2018 pukul 16.08

    Wah, saya ada temennya nih…. saya juga sedang hamil di usia yang sudah 43 mbak, kehamilan surprise karena kakaknya langsung sudah usia 10 tahun. Awal2 gelagapan juga, ditambah dengan saya bedrest hampir sebulan karena pendarahan (yang tidak pernah saya alami di 2 kehamilan sebelumnya). Menjalani kehamilan ini, sampai sekarang usia 32 minggu rasanya gimanaaaa yaaa, masih seperti percaya ngga percaya kalau melihat perut yang makin buncit, nafas yang ngos2an, belum lagi gerakan2 di perut yang terlihat kalo saya sedang duduk… hehehe
    Mau ngga mau, perasaan was – was pasti ada, apalagi saya sadar betul ini kehamilan resiko tinggi, sampai2 diluar kebiasaan cek rutin ibu hamil yang seharusnya perbulan, saya per 3 minggu dan selalu USG.. qkqkqk… sampe dokternya komen, wis ta lah mbaakk… sewulan meneh wae cek nya.
    Doakan semua lancar ya mbaakkk… sepertinya kehamilan usia sudah menjelang STW ini lagi musim yaaa

    Suka

    Balas
    • 2. Bunda Nafazayan  |  15 September 2018 pukul 22.20

      Selamat ya mba.. Sehat 💪 Sehat dedek dan ibu.. Sepertinya iya ni, lagi musim.. Karena ternyata beberapa teman yang satu angkatan juga kemarin barengan hamil nya.. Emang rasane nano nano, agak cemas tapi seneng juga..

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 650 pengikut lainnya

Blog Catatan Bunda kini bisa diakses melalui aplikasi Android dengan cara klik dan instal gambar di bawahini


%d blogger menyukai ini: