Kelahiran dedek Shalom

1 Jun

Elmira Shalom Savrinadeya

Setelah kurang lebih sembilan bulan menunggu dengan harap-harap cemas  akhirnya di usia kehamilan 39w3d,  dedek lahir.
Selasa  malam sekitar jam setengah dua belas malam, aku terjaga dan merasakan perutku kenceng-kenceng. Meski belum terlalu sakit, namun cukup intens, sekitar 15 menit sekali. Kalau biasanya aku bawa tiduran kenceng kenceng akan hilang, tapi ini nggak, jadi kuputuskan untuk tidak tidur kembali sambil menunggu gelombang cinta (kontraksi) saya sempatkan memasak untuk persiapan sahur.Hingga waktu sahur tiba, kontraksi yang kurasakan masih biasa biasa saja.

Untuk merangsang agar kontraksi semakin inten, aku jalan – jalan sebentar. Dan alhamdulillah mulai ada kemajuan. Saya cek CD juga sudah ada flek. Tapi saya tetep tunggu sampai kontraksi bener bener kuat dan intens, sampai yakin bener bener sudah ada pembukaan.  Pengalaman, melahirkan yang sebelumnya, kalau terlalu awal datang ke RS dan belum ada bukaan, biasanya di anjuran pulang lagi.

Sekitar jam setengah enam,dengan membonceng motor  saya dan suami meluncur ke Rumah. Kira – kira 10menit Sampai lah kami di RS.

Setelah melakukan pendaftaran, kami menunggu bidan jaga di IGD. Sambil menunggu bidan datang, saya pun berjalan jalan lagi dilingkungan sekitar Rumah Sakit. Bahkan sesekali saya naik dan turun tangga ke Lantai dua.

Setelah menunggu kurang lebih satu jam, bidan jaga datang. Sayapun langsung diperiksa, dan menurut Bubid sudah bukaan tiga. Sesudah itu langsung pasang infus. Sebenarnya kurang nyaman juga harus dipasang infus, karena jadi tidak leluasa bergerak.Tapi menurut bidan perlu untuk mencegah dehidrasi dan katanya si DJJ ( denyut jantung janin) menurun kalau sedang kenceng-kenceng.

Setelah dipasang infus, saya dipindahkan ke ruang bersalin. Disana langsung dipasang alat pendeteksi DJJ, dan pemeriksaan lain lain. Untuk selanjutnya saya hanya bisa menunggu dan berharap kontraksi semakin kuat dan pembukaan bertambah,sambil miring ke kiri ke kanan, dan menikmati setiap sensasi gelombang cinta yang datang. Kadang kadang alat pendeteksi lepas, tapi malah justru aku senang, karena kurang nyaman juga mendengar suara dag dig dug, rasanya justru semakin tegang. Hingga jam 11 belum ada kemajuan. Gelombang cinta yang kurasakan masih begitu – begitu saja. Berharap segera bertemu dengan debay yang masih di perut saya coba aktif bergerak, mencari posisi paling nyaman dengan bergonta ganti posisi. Dari miring ke kanan, miring ke kiri, kadang kadang Hongkong di atas bed, kadang kadang posisi bersujud. Alhamdulillah, sehat jam 12 lebih ketimbang pecah dan bukan lengkap. Jam 12.40 debay lahir dengan selamat, dengan BB 2683g,panjang 48cm.

Alhamdulilah, legaa rasanya.

Iklan

2 Tanggapan to “Kelahiran dedek Shalom”

  1. berlindewanfridiary 2 Agustus 2017 pada 16.36 #

    hi dedek shalom sayang… sehat selalu yaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: