Manajemen Ibu Bekerja Beranak Lima

26 Februari 2017 at 18.16 3 komentar

Sumber : Dreamstime.com

Sumber : Dreamstime.com

[disclaimer]Ini bukanlah sebuah tulisan hebat yang akan memberikan solusi bagi ibu-ibu sibuk yang tengah bingung membagi waktu, atau tulisan yang berisi trik-trik hebat manajemen waktu untuk ibu bekerja.

Cuma sekedar berbagi dan menjawab beberapa pertanyaan dari teman yang kadang berkomentar, apa nggak repot, punya anak banyak.  ( punya anak lima bagi seorang PNS di tahun 2016 sudah masuk kategori banyak ). Tanpa assisten rumah tangga.

Dan pertanyaan yang paling sering dilontarkan adalah, apakah tidak repot memiliki anak banyak , bagaimana mengatur waktu agar seimbang memberikan waktu untuk keluarga, diri sendiri  maupun pekerjaan.

Jawabannya tentu saja repot. Jangankan punya anak lima, punya satu balita saja repot. Menurut pepatah bijak, jika tidak repot berarti tidak sedang memperjuangkan sesuatu. Yang terpenting adalah bagaimana menyikapi kerepotan tersebut. Banyak orang bilang kalau aktifitas seorang ibu itu seabrek, sampai-sampai 24 jam sehari itu kurang. Kalau aku sendiri punya beberapa trik untuk menyikapi kondisi yang tersebut :

  1. Berbagi Tugas. Apalah aku ini, hanya seorang wanita biasa seperti pada umumnya dengan dua tangan , dua kaki yang tentu saja tak sanggup kalau harus menghadapi seabrek cucian baju plus tumpukan piring kotor bersamaan dengan menyiapkan makanan keluarga tiap hari serta menjaga kondisi lantai yang selalu kinclong, dan masih harus ditambah pula dengan menjaga kondisi anak-anak agar selalu aman, sementara tujuh jam  perhari waktuku sudah dihabiskan di kantor. Disinilah pembagian tugas sangat penting dilakukan , bukan hanya dengan suami, tapi juga anak-anak yang sudah bisa diberikan tanggung jawab.
  2. Tidak terlalu perfeksionis, turunkan standar kenyamanan. Siapa si yang tak senang jika kondisi rumah selalu rapi, baju-baju selalu harus tersetrika dengan licin, makanan selalu tersedia tepat waktu. Penginnya si begitu. Tapi tak mudah mewujudkan. Apalagi ketika masih punya balita. Yang gedhe aja terkadang belum bisa diajak kompromi, termasuk emaknya. Jadi ya sekenanya saja. Kalau lelah ( males ) tengah melanda ya, seadanya. Pakai baju yang nggak disetrika ( cukup digantung ) sudah biasa. Nyuci baju ngga harus tiap hari. Ngepel juga ngga mesti . Kadang seminggu lebih ngga dipel. Seminggu full tak harus masak tiap hari. Kadang kalau lagi rajin ya, seminggu full masak, jika tidak ya 5 hari masak, dua hari beli, yang penting tiap hari ada yang dimakan.

 

Iklan

Entry filed under: Curhat. Tags: , , .

[PregnancyDiary] Maternity Photography Ala Saya Kelahiran dedek Shalom

3 Komentar Add your own

  • 1. sriwidiyastuti  |  18 Mei 2017 pukul 07.15

    Makasih mbak sharingnya. Mantap ih bekerja tanpa ART pula. Salut 😍

    Suka

    Balas
    • 2. Bunda Nafazayan  |  20 Agustus 2017 pukul 00.24

      Terimakasih..sekarang malah sudah tambah rame..Genap setengah lusin..

      Suka

      Balas
  • 3. berlindewanfridiary  |  2 Agustus 2017 pukul 16.34

    semangat momsss…… proud of u moms

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan ke sriwidiyastuti Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya

Blog Catatan Bunda kini bisa diakses melalui aplikasi Android dengan cara klik dan instal gambar di bawahini


%d blogger menyukai ini: