Suka Duka Menjalani Kehamilan Kesekian Kali

2 Jan

Ini memang sebuah tulisan yang tak penting. Dan tulisan ini sekedar menumpahkan unek-unek yang ada dalam benakku saat ini. Ya..Saat ini memang saya hamil, lebih tepatnya saya seorang ibu bekerja , sebagai PNS hamil kesekian di usia yang sangat cantik. Mungkin karena hal ini dianggap tidak wajar jadi begitu mendengar kabar bahwa saya kembali hamil reaksi orang-orang disekitar begitu lebay menurut saya. Jangankan untuk anak keenam ( hidup ) ini, sejak saya hamil ketiga saja sudah ada yang nyinyir. Padahal saya sih selalu enjoy dan mensyukuri setiap momen kehamilan. Entah itu hamil yang direncanakan maupun yang tidak. Kehadiran anak-anak memberi warna tersendiri dalam hidupku. Bagiku adalah suatu kebahagian bisa kembali mencium aroma khas baby, kembali bersentuhan dengan pernak-pernik keperluan bayi, disibukkan dengan aktifitas menyusui, pumping, dan urusan MPASI. Disisi lain bagi seorang PNS yang bolak-balik menjalani kehamilan itu bener-bener kudu tebal kuping alias ndableg, dan bagiku sendiri tidak mudah untuk bersikap demikian, apalagi di awal trimester, secara ibu hamil itu biasanya lebih sensitif. Bagimana tidak, begitu mendengar kabar tentang kehamilanku, ada saja komantar maupun reaksi yang menurutku kurang enak didengar. Dan beginilah reaksi dari mereka :

  1. Mengucapkan Istighfar. Saya sendiri tak faham maksudnya. Mungkin begitu tahu saya hamil langsung teringat dosa-dosa sendiri, atau bisa juga sedang memohonkan ampunan atas diriku karena sering hamil itu dianggap sebuah dosa. Mungkin juga mereka lupa bahwa saya punya suami, jadi mereka menyikapi seolah-seolah ini kehamilan diluar nikah yang perlu di-Istighfari.
  2. Mentertawakan. Mungkin dianggap sebuah kelucuan. Jadi anak-anak atau orang yang terlahir sebagi anak keempat mungkin terlahir dari sebuah kelucuan.
  3. Panik. Yah sebagai PNS yang mempunyai suatu tanggung jawab dikantor tentu akan mempengaruhi yang lain juga. Jadi ada yang mulai bingung, bagaimana nanti pas aku cuti , siapa yang akan mengerjalan tugas-tugas saya..Duuh nyesek..Ada juga yang langsung komentar” Wah kudu langsung disteril kamu ?’ Apakah kehamilan saya sedemikian merepotkan orang yang ngomong demikian.
  4. Menanyakan atau sesuatu yang tabu. Contohnya gini nih ” Doyan banget si yah ? Berapa kali si, ?Maksudnya apa coba…Lagian ini kan bukan urusan mereka. Bagiku pertanyaan tersebut terasa melecehkan.

 

 

Banyumas, Minggu ke -18

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: