Menyoal Pemberian Imbalan Dan Stiker Dalam Penanaman Disiplin kepada Anak

10 Jan

Di sekolah-sekolah PAUD kita sering menjumpai penggunaan stiker,  bintang atau hadiah dalam mendorong seorang anak agar mau melakukan kebiasaan tertentu. Bukan hanya di sekolah, bahkan di rumah-rumah ada juga juga orang tua yang menerapkan cara-cara demikian dalam menerapkan sebuah kebiasaan. Misalnya ketika orang tua berhadapan dengan perillaku anak yang tengah tantrum, saat kita menginginkan anak untuk melakukan kebiasaan atau  tugas tertentu, seperti menggosok gigi, tidur tepat waktu dan tugas-tugas lain.

Cara-cara tersebut mungkin terlihat efektif. Anak-nak senang karena mendapat hadiah atau stiker, orang tua juga senang karena anak-anak mau melakukan apa yang orang tua inginkan. Setidaknya cara tersebut lebih baik dibandingkang orang tua harus berteriak-teriak atau bahkan sampai memukul anak.
Pada awalnya  cara-cara tersebut memang nampak efektif, namun  beberapa psikolog mulai berkomentar dan mengklaim bahwa cara-cara tersebut kurang efektif dan cenderung tidak baik ,karena hanya efektif diterapkan pada tugas-tugas sederhana serta tujuan yang jelas dan pasti terutama aktifitas yang tidak membutuhkan kemampuan berfikir yang kompleks.
Imbalan seperti stiker memang bisa berfungsi sebagai motivator eksternal bagi anak-anak anak. Sementara kekuatan motivasi eksternal tidak bisa menggantikan kekuatan  motivasi internal. Motivasi eksternal memang  cepat menghasilkan suatu tindakan dibandingkan motivasi intrinsik , namun dampak  motivasi eksternal cepat menghilang dan cenderung tidak dapat bertahan lama . Dan yang lebih parah, pemberian motivasi eksternal biasanya menimbulkan ketergantungan, karena ketika anak sudah tidak diiming-imingi hadiah atau stiker atau semacamnya, anak tidak mau lagi melakukan suatu tindakan .  Dan cara-cara seperti pemberian hadiah dan stiker seolah-olah menunjukkan bahwa orang tua hanya menghargai apa-apa yang seharusnya anak lakukan, sementara hal-hal tidak baik yang tidak dilakukan diabaikan.
Ketika orangtua  ingin membuat perubahan perilaku yang nyata pada anak dan membantu mereka untuk tumbuh secara emosional maka perilaku ini perlu termotivasi secara intrinsik, yaitu anak harus termotivasi secara internal , artinya anak benar-benar ingin melakukan sesuatu karena mereka ingin melakukannya.
Imbalan tidak mengajarkan  anak-anak mengenai “benar dan salah” atau dengan kata lain tidak membantu  perkembangan moral anak , karena hanya menghasilkan kepatuhan. Pemberian hadiah atau imbalan bahkan bisa dikatakan sebagai suap. Jika orangtua atau pendidik  tidak lagi menyuap mereka mereka tidak akan berperilaku seperti yang diinginkan dan  ini biasanya tidak bertahan lama. Saat masih anak-anak mungkin hadiah yang diberikan hanya berupa stiker, gambar bintang, permen dan sejenisnya, seiring dengan bertambahnya usia hadiah yang diberikan mungjkin akan meningkat menjadi sejumlah uang atau barang yang nilainya akan semakin bertambah.
Lantas apa yang sebaiknya dilakukan ? Berbicara masalah pemberian motivasi intrinsik tak lepas dari pembahasan tentang hubungan orang tua/ pendidik dan anak, respek dan keteladanan. Kita orang tua perlu membuat, bagaimana agar anak melakukan sesuatu karena memang mereka ingin, butuh dan menghormati orang tua, anak anak merasa dicintai. Hal ini juga terkait dengan perilaku sehari-hari dan cara orang tua berhubungan dengan anak . Jika orang tua terus-menerus berteriak, atau menghukum anak, mereka tidak mungkin termotivasi secara intrinsik untuk berperilaku baik, sebaliknya jika orang tua penuh kasih terhadap mereka, mendengarkan dan menanggapi kebutuhan mereka maka mereka lebih cenderung ingin berperilaku baik seperti yang diinginkan orang tua mereka karena hal tersebut membuat mereka merasa baik juga

Iklan

3 Tanggapan to “Menyoal Pemberian Imbalan Dan Stiker Dalam Penanaman Disiplin kepada Anak”

  1. Aluyah 10 April 2016 pada 21.12 #

    Bagaimana cara mengikuti kuliah online institute ibu profesianal ?

  2. Aluyah 10 April 2016 pada 21.12 #

    Bagaimana cara mengikuti kuliah online institute ibu profesianal ?
    K

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: