[ Curhat Random Emak ] Antara Idealisme dan Realita

12 Agu

Tak terasa Kenzie sekarang sudah berusia dua tahun, tepatnya dua tahun lebih dua bulan. Antara senang dan capek melihat anakku tumbuh sehat, meskipun seperti anak-anakku yang lain yang badannya tak begitu montok. Capek karena anak usia-usia dua tahu sedang aktif-aktifnya bergerak, tapi disisi lain juga membutuhkan ekstra pengawasan . Tapi bagaimanapun juga tetap aku syukuri. Namanya juga anak sehat pasti aktif. Kadang merasa kufur banget sebagai manusia, melihat  anak  tangy sedemikian aktif mengeluh, tapi pada saat sakit dan cuma terbaring di tempat tidur , bingung dan  mengeluh juga.  

Dari segi pertumbuhan memang anakku cenderung kurang . Kalau dilihat di grafik pertumbuhan berat badan biasanya di garis kuning. Memalukan yah..Apalagi kakaknya, Jasmine malah pernah berada di garis merah, sampai-sampai didatangi oleh petugas dari Puskesmas. Duuh, untunglah saat itu aku tak berada di rumah. Bisa dibayangkan kan , bagaimana malunya, secaraaa ibunya bekerja di sebuah Instansi Kesehatan meskipun bukan sebagai tenaga kesehatan kok sampai anaknya kurang gizi. Pasti di kira ibu macam apa aku ini…Jangan-jangan malah dikira pelit nggak mau ngasih  makan anak.

Demikianlah adanya, semua anak-anakku dari yang pertama sampai yang kesekian selalu bermasalah dengan berat badan. Sebagai ibu sebenarnya sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik, dari konsultasi ke dokter sampai memberikan susu . Tapi memang anak-anakku tak begitu suka susu. Kadang sampai heran kalau melihat anak-anak lain yang bisa menghabiskan 200ml susu sekali minum, lah ankku paling dibikinkan 120ml saja nggak langsung habis, bahkan kadang terpaksa dibuang. Ini sih cerita anak pertama sampai keempat, waktu belum teredukasi pemberian ASI Eksklusif. Alhamdulillah kalau Kenzie si berhasil lulus S3 ASI.

Dari segi pertumbuhan memang anak-anakku kurang, tapi Alhamdulillah dari segi perkembangan tidak ada hambatan. Semua anak-anakku mulai dapat tengkurap, merangkak,  berjalan, berbicara dan lainnya sesuai dengan cek list perkembangan anak pada umumnya. Meskipun masing-masing tidaklah sama. Hal tersebuat sungguh sesuatu yang patut disyukuri. Namun demikian kami sebagai orang tua juga tentunya masih memiliki PR, yaitu bagaimana agar perkembangan yang baik didukung pula oleh pertumbuhan yang baik. Meskipun menurut teori yang aku baca bahwa postur anak memang tak semata-mata dipengaruhi oleh asupan gizi, namun juga gen dari orang tua. Kebetulan aku dan suamiku termasuk kategori mungil . Kadang iri juga kalau melihat anak tetangga yang dari segi ekonomi mungkin di bawah kami , tapi anaknya gemuk dan montok , tidak susah makan. Jadi mikir mungkin sebagai orang tua terutama aku emaknya yang kurang kreatif membuat variasi makanan, mungkin juga masakanku yang kurang enak, sudah begitu terkadang malas memasak. Sudah anak-anak nggak diijin kan terlalu sering jajan, tapi orangtuanya meles bikin camilan. Cuma gayanya saja yang mau homemade-homemade-an tapi males. Hwuaa..kok malah jadi buka aib sendiri yah..

Beragam artikel-artikel mengenai kesehatan anak sudah dibaca, namun sepertinya tidak semudah itu mengaplikasikanaya. Dan tantangan terberat adalah melawan rasa malas. Parahnya lagi sudah googling dan menuliskan kembali bagaiman melawan rasa malas . Tapi kok ya terkadang masih malas juga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: