Arsip | Februari, 2015

[ Resensi ] Parenting With Heart

4 Feb
Buku Parenting With Heart

Buku Parenting With Heart

 

 

  • Judul Buku                    : Parenting With Heart
  • Nama Pengarang          : Elia Daryati & Anna Farida
  • Nama Penerbit              : KAIFA
  • Tahun Terbit                 : Maret 2014
  • Cetakan                          : Pertama
  • Jumlah Halaman          :190 halaman
  • ISBN                                : 978-602-7870-31-4
  • Harga                               : Rp45.000,-

ISI BUKU :

Buku ini berisi contoh kasus dan pengalaman  bagaimana menghadapi anak, bukan hanya sebagai obyek yang hendak diarahkan sesuai cita-cita dan keinginan orangtua, melainkan sebagai sebyek yang memiliki pemikiran dan kesadaran yang unik dan berpotensi luar biasa. Ada ppuluhan kisah yang sarat hikmah, dan kisah-kisahnya benar-benar sarat dialami oleh kebanyakan orang tua. Setidaknya ada empat bagian cerita  / pengalaman, yaitu :

  1.  Konsep diri, yang pesan intinya bahwa mendidik anak tidak seperti membuat kue bolu. Kita sedang mendidik kokinya. Kita sebagai orang tua dapat beintropeksi diri dari berbagai kasus yang dimuat dalam bagian pertama ini. Misalnya, bagaimana menghadapi anak dengan berbagai karakter yang berbeda, bagaimana ketika terpaksa harus jauh dari anak-anak karena kedua orang tua harus bekerja, bagaimana ketika terpaksa harus menjadi single parent, bagaimana menentukan pola pengasuhan terhadap anak dll. Ada pula contoh mengasuh anak ala Ibu Kawat dan Ibu Kain, istilah yang dipopulerkan Harry F. Harlow, psikolog Amerika.
  2. Komitmen, disadari atau tidak, jadi orangtua itu pilihan. Menjadi orangtua memang butuh perjuangan.Disadari atau tidak kehadiran anak adalah atas permintaan kita, bukan kemauan anak. Dalm bagian ini, kita bisa bercermin bagaimana orangtua mengasumsikan arti me time, bagaimana menyikapi ketika anak kecanduan game, film porno,umpatan atau kata-kata kasar dan bagaima pula mendengar kemauan anak yang tak terucap.
  3. Nightmares, bahwa setiap zaman ada penawarnya, dan kebenaran tidak akan berubah pada hakekatnya. Sebagai orangtua, kita menginginkan segala sesuatu berjalan baik-baik saja. Pada kenyataanya, kadang-kadang orangtua harus menghadapi sebuah kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. dalam bagian ini, orangtua bisa berkaca, bagaimana sih, menerapkan pendidikan sek untuk anak, bagaimana ketika menghadapi anak yang suka mencuri, berbohong, marah, membangkang, serta bagaimana pula ketika anak kena bullying. Intinya bahwa orangtua perlu memberikan bekal pengetahuan atau pengarahan serta melindungi anak dari hal-hal negatif .
  4. Berdamai dengan ABG, Dan tibalah saatnya kulonggarkan genggaman dan mulai jadi teman baikmu. Saat anak bukan lagi kanak-kanak lagi, banyak orang tua kehilangan rasa percaya diri. anak-anak sudah tak mau lagi diperlakukan seperti anak kecil. Gesekan-gesekan kecil antara orangtua dan anak mulai muncul. Remajahari ini mengalami masalah yang kompleks, karena tumbuh ditengah serbuah aneka media sosial, gatget, dan arus informasi yang masif serat nyaris tak terbatas. Dalam bagian inilah orangtua bisa berkaca, bagaimana menyikapi semua itu.

” …Tidak ada kata terlanjur dalam pengasuhan. Ketika menjalankan tugas keayahbundaan , ada fase membangun, dan ada pula fase renovasi. Selalau ada kesempatan untuk re-edukasi, bagi anak maupun orangtua. Kita bukan manusia sempurna, maka mengapa menabukan kesalahan yang tidak disengaja karena ketidaktahuan, dan keteledoran ?

Setiap kesalahan memiliki penawar, dan setiap kekhilafan memiliki peluang untuk pembelajaran ulang, Sebagaimana rumah,membangun lebih mudah daripada merenovasi. ( Penutup, Hal : 187 )

 

 

5 Manfaat Membacakan Buku Sebelum Tidur

1 Feb

baby reading

Dari dulu niat membacakan cerita untuk anak-anak sebelum tidur sudah ada. Namun ternyata susah sekali untuk mewujudkannya. Terkadang hanya berlang satu dua hari, setelah itu berhenti. Ya..memang seperti yang sudah pernah aku tuliskan dalam posting sebelumnya, bahwa menjaga konsistensi itu tidak mudah. Banyak godaan, entah itu rasa malas, ngantuk , lelah yang seharusnya bisa dilawan. Walaupun kemarin-kemarin gagal mewujudkan keinginan tersebut, namun sebagai orang tua yang ingin senantiasa berproses menjadi lebih baik, untuk tahun 2015 ini , membacakan cerita, meskipun aku belum berani mentargetkan tiap hari, kembali aku masukkan dalam daftar kegiatan mingguanku. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: