Susahnya Menjaga Konsistensi

25 Jan

wpid-wp-1422190153598.pngHal yang paling sulit aku lakukan dalam menjalani peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus orang tua bagi anak-anak adalah menjaga konsistensi. Sering aku sudah membuat rencana –  rencana indah dan “to do list”  namun hanya bisa aku lakukan  beberapa hari,  kemudian mulai mandeg.  Saking seringnya terjadi hal demikian,  suamiku sampai berkomentar ” Ah,  paling cuma satu dua hari,  besok-besok paling udah males lagi” Dan aku pun tak berani menyangkal,  karena memang demikianlah adanya.
Sebenarnya apa-apa yang kurencanakan bukan sesuatu yang muluk. Bagi orang lain mungkin terlihat sederhana.  Aku pernah membuat semacam resolusi.  Diantaranya :

  1. Aku ingin selalu bangun pagi dan menyiapkan makanan sebelum berangkat kerja. Sebisa mungkin tidak terlalu sering jajan di luar,  karena meskipun bisa jadi masakan di luar lebih enak,  tapi yang pasti tidak lebih sehat dari masakan sendiri. Hari gini mana ada si, makanan yang nggak pakai MSG ? Pada  kenyataannya, tidak setiap pagi  aku bisa menyiapkan makan untuk anak-anak.   Entah karena kesiangan,  entah karena  lupa tidak belanja sayur mayur dan keperluan masak sehingga tidak ada sesuatu untuk dimasak.
  2. Aku ingin selalu membacakan cerita sebelum anak-anak tidur.  Kenyataannya,  hanya berapa kali,  selanjutnya aku disibukkan oleh aktivitas lain.  Entah itu sibuk dengan HP,  nonton TV kadang juga terkalahkan oleh kantuk dan lelah yang lebih kuat.  Anak-anak juga sampai protes, ” Kata mereka  mau membacakan cerita,  kok cuma sekali thok”
  3. Aku ingin setiap hari meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak belajar.  Kenyataannya tidak mudah mengatur waktu dan menyesuaikan dengan mood anak-anak.  Di saat ada waktu,  anak-anak lebih tertarik melakukan aktivitas lain.  Disaat aku sibuk,  terkadang anak-anak minta di ajarin.
  4. Aku pernah berkeinginan menulis di blog seminggu tiga kali.  Ternyata  hal ini juga tidak mudah.  Meskipun kadang ide banyak berdatangan di kepalaku,  tapi saat ingin menuangkan menjadi sebuah tulisan terkadang begitu sulit. Berjam-jam duduk di depan laptop, tapi tak menyelesaikan satu tulisanpun. Biasanya hanya tersimpan dalam konsep-konsep setaengah jadi.
  5. Aku lebih mendekatkan diri padaNya,  dengan bangun malam, mempelajari ajaranNya  dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari .  Meski sudah ada progres, tapi kadangkala juga  masih belum konsisten dan masih bolong-bolong.

Meskipun seringkali gagal mewujudkan apa-apa yang sudah direncanakan,  tapi sebagai manusia aku ingin terus berproses menjadi lebih baik.  Harapanku, meskioun tidak 100 % aku bisa mewujudkan resolusiku di tahun 2015. Nggak lucu kan , kalau resolusi tahun 2015 ni adalah mewujudkan resolusi tahun 2014 yang belum terselesaikan ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: