Catatan Hati Seorang Mantan

16 Jan
Bendahara

Ilustrasi : dreamstime.com

 

Ahirnyaa…setelah lima tahun diberikan amanah menjadi bendahara penerima, di tahun 2015 ini aku bisa bebas,  meskipun belum sepenuhnya. Dan ini bukanlah  sebuah keputusan yang terburu-buru. Karena sebenarnya niat itu sudah terbersit sejak akhir tahun 2013 yang lalu, hanya saja aku masih ragu-ragu karena berbagai pertimbangan. Waktu itu aku anakku baru berumur setengah tahun . Mengundurkan diri sebagai bendahara penerimaan otomatis aku harus siap melaksanakan kerja shift, termasuk kerja malam. Aku belum tega kalau harus meninggalkan anakku dines malem , ataupun membawanya serta , kerena disamping mungkin belum bisa disambi kerja, anakku juga masih terlalu kecil.

Memasuki pertengahan tahun 2014 niat itu semakin kuat, dan akhirnya kusampaikan pada atasanku. Sebenarnya waktu itu si penginnya mengundurkan diri pada bulan itu juga. Namun sama atasan disarankan untuk mengundurkan diri di awal awal tahun saja. Dan ahirnya 2014 berahir dan mulai 2015 ini aku bisa bernapas lega. Resmi sudah aku menjadi mantan bendahara .

Ada beberapa teman yang menanyakan perihal keputrusanku mengapa aku mundur . Memang bukan tanpa alasan aku memutuskan mundur dari posisi tersebut. Dan yang paling utama adalah karena aku ingin lebih focus mengurus anak dan keluarga. Menjadi working mom dengan lima anak tanpa ART benar-benar menyita perhatian khusus. Selama menjadi bendahara penerimaan aku merasa kalau aku tidak bisa benar-benar focus mengurus keluarga. Apalagi di bulan April hingga Juni 2014, bagitu itulah bulan-bulan yang bagiku terasa berat.

Mungkin bukan beratnya pekerjaan dan tanggung jawab yang aku pikul. Bisa jadi kurangnya kecakapan dan pengetahuankulah sehingga tanggung jawab itu terasa berat bagiku . Bukan tanggung jawab materi yang bagiku terasa berat. Terlebih di bulan April hingga Juni 2014, tenaga dan fikiran benar-benar tercurah pada waktu itu. Terkadang hingga pulang ke rumahpun masih kepikiran pekerjaan di kantor, sehingga kebersamaan yang kulalui bersama anak-anakpun terasa kurang berkualitas. Waktu untuk mendekatkan diri padaNyapun terasa kurang. Terkadang aku berfikir, untuk apa sebenarnya aku melakukan semua itu, benarkah demi keluarga.

Aku sadar bahwa setelah mundurpun tidak menjamin seratus persen bahwa aku akan sepenuhnya focus dalam mengurus keluarga , tapi setidak tidaknya ini adalah sebuah usaha . Dan memang setelah berjalan beberapa hari aku merasa pukiran lebih tenang, lebih santai. Jika dulu sering saat di rumah, pikiran di tempat kerjaan, maka sekarang tak lagi demikian. Bukan karena beratnya pekerjaan , namun semata-mata karema keterbatasanku saja sehingga aku tak bisa menangani semuanya secara seimbang. Sebagai manusia biasa aku mengadari bahwa aku bukan mahluk sempurna, maka dalam bekerjapun aku bukannya megejar kesempurnaan. Aku hanya berusaha menjalankan sebaik-baiknya tugas yang telah diamantkan kepadaku. Namun karena keterbasan kemampuanku, tugas yang mungkin bagi orang lain terasa biasa-biasa saja , bagiku terasa berat.

Bagiku mengurus keluarga dan bekerja sama-sama penting. Aku bekerja untuk membantu suami mencari nafkah untuk anak-anakku. Namun kebutuhan anak-anak juga bukan materi semata. Perhatian dan kasih sayang juga tak kalah penting. Dan diantara keduanya tentu tetap harus ada yang dinomorsatukan, tanpa harus mengabaikan yang lain.

Dan lima tahun memegang amanah kurasa sudah cukup. Inilah karir tertinggiku sebagai seorang PNS lulusan SLTA. Dan akupun tak ingin mengejar karir, karena aku bukanlah wanita karir, aku hanya seorang ibu bekerja yang tengah menbantu suami mencari nafkah. Aku yakin masih banyak orang yang sebenarnya lebih tepat untuk menggantikan aku.

Dan aku pun tak memungkiri bahwa selama menjadi bendahara , ada banyak hal yang aku dapat. Ilmu pengetahuan dan tentu saja pengalaman sebagai guru yang terbaik. Seandainya aku tak pernah diberikan amanah ini mungkin aku tak tahu apa-apa.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: