Menyikapi Rekan Kerja Yang Malas

13 Januari 2015 at 00.46 3 komentar

Lazy Worker

ILUSTRASI : DREAMSTIME.COM

Dalam sebuah kerja tim kita tentu kan berhadapan dengan rekan kerja dengan berbagai karakter yang tidak semuanya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebagai contoh, mungkin di tempat kerja kita mempunyai seorang teman yang setiap hari menghabiskan begitu banyak waktu umtuk  mengerjakan sesuatu di luar tugas yang telah di tentukan. Misalnya sering meninggalkan ruangan untuk keperluan pribadi, menghabiskan waktu berjam-jam untuk browsing, membuka-buka facebook, melakukan panggilan telepon berlama-lama, atau bermain game di komputer. Adalah wajar jika itu dilakukan sesekali sekedar membuang rasa jenuh. Namun jika itu berlangsung secara berlebihan hingga mengabaikan tugas-tugas yang seharusnya dikerjakan. Sementara kita sendiri disibukkan dengan banyaknya tugas yang harus segera di selesaikan.

Lantas bagaimanakah sikap kita ketika menghadapi situsasi seperti di atas. Akankah kita ikut-ikutan seperti mereka ? Hal itu tentu saja tak akan menyelesaikan masalah. Untuk mneghadapi situasi seperti diatas kita bisa mengambil sikap sebagai berikut :

  1. Jangan biarkan sikap mereka meghalihkan perhatian kita . Jangan habiskan waktu kita hanya  untuk memikirkan perilaku dari rekan kerkja kita yang malas, tapi cobalah untuk fokus pada pekerjaan kita .
  2. Jangan terjebak pada perasaan tidak adil. Mungkin benar bahwa tidak adil ketika kita sudah bekerja sedemikian keras, sementara rekan kerja lain begitu santainya. Namun apakah dengan berlarut-larut memikirkan situasi tersebut bisa merubah keadaan, tentu tidak. Lebih baik tetap fokus untuk mengerjakan tugas kita dengan sebaik-baiknya.Dunia memang terkadang tidak adil, tapi tenang saja Tuhan Maha Adil.
  3. Jangan biarkan sikap atau kebiasaan rekan kerja kita yang malas menular . Ketika kita mendapati rekan kerja kita yang malas ,bisa jadi kita akan berfikir, buat apa kita capek kerja, toh dia juga santai-santai saja. Hati hati jika kita bersikap demikian, itu tandanya bahwa sifat malas itu telah menulari kita. Ingat bahwa masing-masing kita sudah mempunyai tugas dan tanggung jawab pekerjaan sendiri-sendiri. Jika kita ikut-ikutan menjadi malas, bisa-bisa kita tak bisa menyelesaikan apa yang menjadi tugas kita, ujung-ujungnya ketemu sendiri.
  4. Jangan mengambil alih tanggung jawab mereka. Kita mungkin berada di tim yang sama atau berbagi tanggung jawab yang sama. Ketika tugas kita sudah selesai, sementara rekan kerja kita belum menyelesaikan akibat rasa malasnya, jangan kita lantas mengambil alih untuk menyelesaikan tugas dari rekan kita, meskipun kenyataanya bahwa kita bekerja dalam satu tim.
  5. Bicaralah dengan rekan kerja kita secara langsung.  Kita bisa bicara dari hati ke hati. Bisa jadi apa yang  rekan kerja kita lakukan bukan semata-mata karena malas. Mungkin saja ada sesuatu masalah dibalik semua kemalasannya. Kita bisa memberikan motivasi dan semangat.
  6. Bicarakan dengan atasan . Mungkin ini adalah upaya terakhir yang bisa kita lakukan. Ketika komunikasi secara langsung sudah dilakukan, namun tak membawa hasil, ada baiknya kita menceritakan dan meminta pertimbangan pada atasan kita. Biarkan atasan yang memutuskan langkah-langkah selanjutnya.
Iklan

Entry filed under: Tips. Tags: .

Cara Efektif Mengusir Malas Catatan Hati Seorang Mantan

3 Komentar Add your own

  • 1. Ruri  |  16 Januari 2015 pukul 12.59

    Tips yg nomor 4 sering ngga terlaksana.abis keburu geregetan kerjaan belum beres.. akhirnya saya deh ikut ngerjain -_- hehe

    Suka

    Balas
    • 2. Bunda Nafazayan  |  16 Januari 2015 pukul 13.43

      Sesekali mungkin nggapapa, tapi kalau terlalu sering bisa jadi kebiasaan lho..

      Suka

      Balas
  • 3. mobilku  |  19 Januari 2015 pukul 00.28

    yang paling parah saat kemalasan itu menular ke kita

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Bunda Nafazayan Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 650 pengikut lainnya

Blog Catatan Bunda kini bisa diakses melalui aplikasi Android dengan cara klik dan instal gambar di bawahini


%d blogger menyukai ini: