Ketika Anak Sedikit ” Nyleneh”

11 Des
ILUSTRASI

ILUSTRASI, BUKAN FOTO ANAKKU

Pada suatu waktu aku melihat seorang remaja putri dengan potongan rambut yang bagiku begitu aneh.  Bahkan mataku beberapa saat tak berkedip saat melihatnya. Melihat remaja putri dengan potongan rambut ala laki-laiki bagiku sudah biasa. Melihat rambut warna-warni yang di semir juga biasa saja. Tapi melihat potongan rambut dengan  model sebelah pendek menyerupai laki-laki dan sebelah lagi panjang terurai, bagiku terasa aneh. Dalam hatiku berkata, apa sih bagusnya model rambut aneh seperti itu. Bukannya terlihat cantik, tapi terkesan ugal-ugalan.

Kejadian itu sudah berlalu dan aku pun sudah tak mengingatnya, hingga suatu sore aku kembali melihat potongan rambut aneh itu, bukannya di mana-mana tapi di rumahku sendiri. Dan remaja putri itu bukan siapa-siapa  melainkan anakku sendiri. Ya..Anakku, remaja putri yang kini berusia 14 tahun. Antara tidak percaya, syok, ingin marah ketika itu. Dan memang benar-benar, aku sangat marah pada anakku. Pertanyaan beruntun pun langsung tertuju pada anakku. Kenapa potong rambut model begitu ? Apa bagusnya ? Tujuannyk a apa ? dan bla..bla..bla..Aku hanya tak habis fikir. Tadinya memang anakku bermaksud potong rambut, tapi setahuku tak akan memilih model seperti itu, karena sebelumnya sempat browsing model model rambut dan menunjukkannya padaku. Dan aku rasa tak ada masalah.

Malam itu anakku semalaman menyendiri di kamar. Tak berani keluar rumah. Entah apa yang ada di fikirannya saat itu. Mungkin marah, mungkin malu, mungkin tak percaya diri dengan rambutnya , mungkin juga menyesal. Begitupun aku, semalaman menangis, merenung. Keesokan paginya aku berangkat kerja seperti biasa . Siang hari, anakku sms aku dan meminta maaf padaku.

Setelah itu perasaanku sedikit lega. Paling tidak aku melihat adanya penyesalan pada anakku. Keengganannya  memperlihatkan potongan rambut itu kepada orang lain baik kepada kami selaku orang tuanya dan juga Mbah nya, paling tidak menunjukkan bahwa putri kamipun sebenarnya risih dan merasa tidak wajar juga gaya rambut seperti itu.

Aku pun berfikir. Aku mencoba untuk bertanya pada diriku sendiri. Mengapa aku begitu marah dan syok. Apakah benar-benar karena aku sayang pada anakku ? Kalau ia apakah sikapku tidak berlebihan ? Lantas dimanakah letak kesalahan anakku. Apakan perbuatannya merugikan orang lain ? Bisa jadi memang perbuatannya merugikan orang lain, dan siapakah orang yang dirugikan itu ? Ataukah sebenarnya  karena aku yang terlalu egois, Aku yang takut dan merasa malu, kalau sampai ada yang tahu. Takut kalau aku dinilai orang lain sebagai orang tua yang gagal mendidik anak. Merasa malu karena anak-anakku tak ada yang sekolah tapi ternyata seperti itu ?  Dan Ya Allah..Jujur perasaan – perasaan itu memang ada dihatiku.

Sebagai orang tua benar-benar dituntut untuk terus berbenah dan memperbaiki diri. Bagimanapun anak adalah titipan, sebagai orang tua kami harus menjaga dengan sebaik-baiknya. Berusaha semaksimal mungkin jangan sampai salah langkah. Komunikasi juga sangat penting agar bisa memahami kemauan anak. Memang tak mudah dengan tantangan keterbatasan waktu yang dimiliki sorang ibu bekerja sepertiku, plus kemajuan tehnologi informasi dan kehadiran gatget yang sedemikian rupa. Teori parenting memang melimpah ruah. Namun tidak semua mudah untuk diaplikasikan. Mungkin benar bahwa ada yang bilang, tidak ada ilmu parenting yang paling benar, yang ada adalah yang paling cocok dengan anak kita.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: