Mengatasi Perilaku Agresif Pada Anak

13 Nov

Perilaku agressif seperti memukul, menendang , menggigit , berteriak-teriak, merusak barang, mengancam teman dan sebagainya seringkali membuat masalah bagi orang tua. Dalam batas wajar memang hal itu normal. Namun demikian , bukan berarti perilaku tersebut lantas bisa diabaikan. Perilaku agresif biasanya akan  meningkat karena beberapa faktor, oleh sebab itu perlu diketahui penyebab serta bagaimana mencegah perilaku agresif pada anak. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan :

  • Batasi Waktu Untuk Menonton TV. Seorang anak adalah peniru yang lihai. Apa-apa yang dilihatnya seringkali ditiru entah itu baik ataupun buruk. Sementara banyak program yang ditanyangkan di TV yang menayangkan adegan kekerasan, bahkan untuk tayangan yang notabene oleh stasiun televisi diklaim sebagai tayangan yang ramah anak, semacam kartun, sinetron.
  • Tetap tenang. Membentak, memukul, dan mengatakan bahwa anak Anda nakal tidak akan merubah perilaku nya bahkan membuat anak semakin kesal. Dengan bersikap demikian secara langsung orang tua telah memberikan contoh negatif yang bisa saja akan ditiru oleh anak-anak .
  • Bersikap tegas. Cobalah untuk segera merespon setiap kali anak Anda agresif. Jangan menunggu sampai anak berbuat sesuatu, misalnya memukul adiknya hingga berulang kali untuk mengatakan, “Sudah cukup!” Anak harus diberi tahu seketika saat dia melakukan sesuatu yang salah. Orang tua bisa menyuruh anak untuk tenang sejenak, setelah itu beritahu baik-baik bahwa tindakan yang ia lakukan salah dan bisa merugikan orang lain.
  • Konsisten dalam kedisiplinan. Sering kali orang tua tidak konsisten dalam merespon perilaku agressif anak. Hal ini dapat memmbingunkan anak dan menganggap bahwa perilaku yang ia tunjukkan bisa ditolerir oleh orang tua. Bahkan anak bisa mengambil kesempatan dari sikap yang tidak konsisten ini. Misalnya saja saat anak di rumah marah-marah minta sesuatu, orang tua langsung merespon tindakan anak tersebut. Tapi dilain waktu ketika anak melakukan hal yang sama di tempat umum atau dihadapan orang banyak, orang tua langsung menuruti keinginan anak karena mungkin malu dan tidak mau terlihat ribut-ribut dengan anak.
  • Apresiasilah ketika anak berbuat baik. Orang tua jangan hanya fokus melihat perilaku negatif anak. Misalnya ketika anak mau berbicara baik-baik saat ingin meminjam mainan kepada adiknya , bukan merebut dengan paksa. Pujilah sikapnya dengan kata-kata yang menyentuh . Dan, pada waktunya, dia akan menyadari betapa kuat kata-kata.
  • Berikan kesempatan dan ruang untuk bermain atau beraktifitas fisik. Terkadang ada anak yang memang mempunyai energi yang berlimpah yang butuh disalurkan. Jika anak-anak tak diberi kesempatan biasanya akan melampiaskan pada orang atau benda -benda di rumah.
  • Menindaklanjuti dengan konsekuensi logis. Misalnya , ketika saat anak bermain bola dengan teman-teman, kemudian  ia sengaja membuat keributan dengan memukul atau menendang teman lain. Segera ajak ia keluar dari permainan, dan ajak ia duduk dan menonton anak-anak lain bermain. Jelaskan bahwa ia bisa kembali di saat ia merasa siap untuk bergabung dengan menyenangkan tanpa menyakiti anak-anak lain. Hindari memberikan pertanyaan seperti ini “Bagaimana rasanya kalau kamu yang dipukul atau ditendang ?” Balita tidak memiliki kematangan kognitif untuk dapat membayangkan diri sebagai orang lain , tapi mereka bisa mengerti sebuah konsekuensi.

Apabila upaya untuk mengatasi dan mencegah perilaku agressif pada anak sudah dilakukan tetapi tak ada perubahan, ada baiknya berkonsultasi dengan ahlinya, misalnya psikolog, sehingga tidak memperparah keadaan.

Iklan

Satu Tanggapan to “Mengatasi Perilaku Agresif Pada Anak”

  1. Cauchy Murtopo 13 November 2014 pada 12.54 #

    Semua itu tergantung dari kebiasaan orang tua dan lingkungan tempat tinggal anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: