Tips Agar Assisten Rumah Tangga ( ART ) Betah Bekerja

10 Okt

CLEANINGSudah lebih dari enam tahun keluarga kami mempunyai seorang aisten Rumah Tangga (ART), Tepatnya di tahun 2007 . Saat itu aku baru memiliki tiga anak. Sebenarnya tak ada niatan bagi kami untuk mempekerjakan ART, tapi karena suatu keadaan dimana aku bekerja dan suami juga bekerja, mau tak mau kami berinisiatif untuk menggunakan jasa ART.

Belum lagi dengan bertambahnya anggota keluarga baru lagi, di tahun 2011, kesibukan semakin meningkat. Tak mungkin kami akan terus menerus merepotkan orang tua kami ( mbahnya anak-anak ) terus.
Alhamdulilah , sudah hampir berjalan lima tahun tak ada masalah yang berarti bagi kami, sehubungan dengan ART di rumah kami. Meskipun hanya bekerja setengah hari, antara jam 07.00 s/d jam 11 an, bagi kami sudah cukup.  Namanya juga Assist, maka statusnya tentu saja hanya membantu, sedangkan tanggung jawab tetap pada kepala Rumah Tangga.

Plus Minus Memiliki ART Bagi Kami

MemilikiART sebenarnya bukan cita-citaku. Apalagi aku dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang  apa-apa biasa dilakukan sendiri. Selain faktor ekonomi kebetulan orang tuaku juga bukan orang kantoran yang harus bekerja diuar meninggalkan anak-anaknya sehingga segala sesuatu bisa dilakukan sendiri dengan melibatkan kami semua tentunya. Masih aku ingat betul bagaimana aku lalui masa-masa kecil hingga remaja dulu. Kelas limaan SD kami sudah diberikan tanggung jawab untuk mencuci baju dan menyetrika sendiri, disamping menyapu, dan membantu memasak serta beres-beres rumah juga. Jika aku bandingkan anak sekarang begitu jauh berbeda, jangankan untuk mencuci baju sendiri, untuk membereskan mainan atau buku-buku yang baru dipakai sendiri saja harus bicara berkali-kali. Terkadang dimintai tolong saja jawabannya hanya nanti..nanti..dan nanti. Hmm..jadi berfikir kenapa demikian ?  Apa yang salah dengan mereka ?  Aku jadi berfikir bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah kehadiran seorang ART, meskipun sebenarnya bukan satu-satunya faktor. Faktor lain misalnya karena mereka masih anak-anak dimana masa kanak-kanak masa masa yang paling indah untuk bermain. Belum lagi kemajuan teknologi, hiburan , game ,gatget yang tentu saja cukup mengasikkan dan melenakan. Bagaimana anak-anak mau belajar membantu tugas-tugas rumah  jika tugas-tugas tersebut sudah diambil alih oleh ART semua.  Kadang aku berfikir bahwa memiiki ART suatu bentuk dari memanjakan anak-anak. Disisi lain ada hal-hal tertentu yang memang tidak bisa diselesaikan sendiri. Untuk itulah aku  berusaha mengambil jalan tengah, dengan mempekerjakan ART kami hanya setengah hari. Disamping menghemat pengeluaran aku tak ingin terlalu bergantung pada tenaga ART, akupun ingin anak-anakku kelak bisa mandiri.

Tips Agar  ART  Betah di Rumah

Masalah Assisten Rumah Tangga ( ART ) memang menjadi masalah yang cukup krusial bagi keluarga yang suami istri sama-sama bekerja.Terlebih lagi jika sudah mempunyai anak plus jauh dari orang tua. Sering kali  mendengar cerita tentang  masalah ART yang tidak betah dan harus berganti-ganti. Hal tersebut bisa disebabkan oleh si majikan ataupun bisa juga oleh si ART tersebut. Mungkin tips dibawah ini bisa membantu :

  1. Penuhilah  hak-haknya.Tujuan bekerja tentu saja mencari nafkah, maka apabila si ART sudah melaksanakan kewajiban, maka si majikan berkewajiban memenuhi haknya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Antara ART yang nginep ( 24 jam ) dengan yang tidak tentu berbeda. Demikian juga dengan beban kerja. ada yang hanya mengurusi pekerjaan Rt, mengasuh anak, atau cuma memasak  saja.
  2. Perlakukan Seperti Keluarga.Bagaimanapun juga seorang ART adalah manusia juga seperti kita. Jadi jangan karena kita sudah membayarnya kita bisa memperlakukan seenak hati kita. Ajarkan pada anak-anak kita juga agar bersikap sopan terhadap mereka . Saat meminta  bantuan kepada mereka ucapkanlah dengan bahasa yang baik. Misalnya, awalilah dengan kata ” tolong “
  3. Berilah Kejelasan Tugas.Saat pertama kali datang, buatlah kesepakatan mengenai tugas dan tanggung jawab pekerjaan apa saja yang harus dilakukan. Ingatkan kembali dengan baik apabila suatu saat lalai atau lupa dari tugasnya. Bersikaplah tegas, bukan cerewet.
    Jangan Menuntut Kesempurnaannya. ART  juga manusia biasa. Ada kalanya berbuat kesalahan yang tidak disengaja, atau menyelesaikan suatu pekerjaan tapi hasilnya tidak seperti yang kita inginkan. Sekali-sekali wajar, maka maafkanlah kesalahannya, asalkan tidak berulang-ulang.
  4. Tanyakan Riwayat Pekerjaanya.Sebelum menerima ART ada baiknya kita tanyakan riwayat pekerjannya. Apabila pernah bekerja, tanyakan apa alasanya keluar dari perkerjaanya dulu.

Apabila hal tersebut sudah dilakukan tapi masih bermasalah juga..mungkin perlu dipertimbangkan untuk mencari ART yang baru..

Iklan

2 Tanggapan to “Tips Agar Assisten Rumah Tangga ( ART ) Betah Bekerja”

  1. Cauchy Murtopo 20 Oktober 2014 pada 16.17 #

    Saat ini mencari pembantu memang tidak mudah. Kami mempunyai pembantu supaya betah kami anggap seperti keluarga sendiri. Mau makan atau minum apa terserah, kami tidak melarangnya. Yang kami makan sama juga yang dimakan pembantu. Itu cara memperlakukan dia, sehingga ia betah bersama kami.

    • Bunda Nafazayan 20 Oktober 2014 pada 16.28 #

      Siip… Memang sayang kalau sudah cocok ngga diperlakukan dengan baik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: