[Kelahiran Fatih] Optimis Tanpa Ilmu

28 Sep

Tak seperti kehamilan sebelumnya, pada kehamilan kali ini aku sudah mengambil cuti seminggu sebelum HPL ( Hari Perkiraan Lahir ). Hari demi hari aku menunggu akan datangnya tanda-tanda persalinan. Hingga seminggu pun berlalu dua an HPL pun lewat, tanda-tanda itu tak muncul juga. Hingga suatu hari, genap setengah bulan aku menghabiskan waktu-waktuku di rumah, aku berniat mengajak suami jalan-jalan ke Purwokerto, dengan harapan sepulang dari sana akan membuat perut kenceng-kenceng dan dedek segera lahir. Belum sempat pergi jalan-jalan , jam 11 siang tiba tiba perutku kenceng-kenceng, meski belum terlalu kuat.  Karena sudah pernah melahirkan, aku yakin bahwa ini adalah tanda-tanda menjelang persalinan. Niat jalan-jalanpun aku urungkan. 

Hingga beberapa lama aku masih sempat jalan-jalan disekitar rumah. Setelah ada flek, baru aku putuskan untuk periksa ke bidan. Memang sejak awal aku berniat melahirkan di bidan desa tempatku tinggal, meski jarak rumah ke RSU sebenarnya cukup dekat . sekitar 6 km dan bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 15 menit. Pertimbanganku adalah agar tak repot bolak balik menyiapkan segala keperluan. Suami , anak dan orangtuaku pun bisa datang dan pulang kapan saja karena memang cukup dekat. Selain itu aku beranggapan bahwa persalinan kali ini pasti lebih lancar dari sebelumnya karena ini adalah persalinan ketiga. Jadi pikirku, siapa takut melahirkan di bidan desa ?

Jam tiga aku ke tempat Bu Bidan dan diperiksa, ternyata baru bukaan dua. Bu Bidan memperkirakan kalau jam tujuh atau delapan baru lengkap. Ternyata belum sampai jam lima aku sudah pembukaan lengkap. Saat ketuban pecah,  warna tali pusat sudah agak kehijauan. Mungkin karena HPL sudah lewat seminggu. Sesuai aba-aba dari Bu Bidan akupun mulai mengejan disaat kontraksi, dan berhenti sesaat ketika  kontraksi hilang. Tapi sepertinya dedeknya nggak mau maju maju. Menurut bu Bidan, jalan lahirku agak bengkak sehingga dedek agak susah untuk keluar. Hal ini bisa terjadi karena belum waktunya mengejan tapi belum waktunya. Padahal, perasaanku aku nggak ngejan sebelum disuruh ngejan, Tapi entahlah, mungkin aku tak menyadarinya.  Rasanya sudah begitu cape, berkeringat dan mulai cemas. Bahkan aku sempat berfikir, kenapa nggak milih opaeasi saja. Akupun sempat menanyakan ke Bu Bidan, kenapa tidak diepisiotomi saja . Tapi menurut Bu Bidan , Episiotomi sudah tidak disarankan karena dikhawatirkan menyebabkan perdarahan.

Hingga pukul 18.05, ( Sabtu, 18 Oktober 2003 )  akhirnya dedek lahir  juga. Tapi..Aku belum lega, karena tak kudengar tangisan bayi seperti layaknya bayi yang baru lahir. hatiku benar-benar cemas, takuuut membayangkan sesuatu yang buruk terjadi pada bayiku…Masih aku ingat betul, saat-saat itu. Bu Bidan terlihat khawatir , mengangkat dan menepuk nepuk kedua kaki bayiku . Setelah beberapa lama, akhirnya bayiku menagis juga. Lega sekali mendengar tangisan pertama bayiku, meski ada sedikit kekhawatiran, bagaimana perkembangan bayiku kelak apakah dengan tidak langsung menangis, akan berpengaruh .

Dan pada persalinan kali ini aku kembali mendapatkan jahitan yang entah berapa jumlahnya, karena luka robek akibat persalinan. Kalau biasanya seminggu bekas jahitan sudah tidak sakit, maka kali ini benar-benar beda. Hampir empat puluh hari lewat persalinan, luka bekas jahitan masih terasa senit-senit. Bahkan Cara berjalanku juga belum normal , karena kadang-kadang menahan rasa perih. Karena aku sudah memiiki anak  laki-laki dan perempuan aku sampai berfikir bahwa aku hanya inginkan dua anak saja. Tapi seiring berjalannya waktu, perasaan trauma itupun hilang. Kini, anakku berumur 11 tahun.

Selalu ada hikmah dibalik peristiwa . Semua anak mempunya jalannya sendiri-sendiri untuk dilahirkan. Dan segala sesuatu memang harus diusahakan. Mungkin karena saat aku hamil aku kurang berolah raga, sehingga proses persalinanku tak semudah yang aku bayangkan sebelumnya.  Saat hamil memang aku tinggal bersama orang tua dan kakakku dan aku jarang melakukan aktifitas fisik, setiap hari hanya tidur-tiduran dan bermalas-malasan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: