Tips Ber-Internet Untuk Remaja

26 Sep

Sudah bukan rahasia lagi bahwa anak zaman sekarang rata-rata sudah mengenal interaksi di dunia maya melalui sosial media semacam Facebook, Twitter, Path dan lain-lain. Kehadiran dan kemudahan mengakses situs jejaring sosial ini memang bukannya tanpa manfaat, tapi disisi lain juga mengundang hal-hal negatif, khususnya untuk anak-anak. Meningkatnya  ancaman cyberbulyng, paparan kekerasan, pedofill sex adalah beberapa contoh dampak negatif yang bisa terjadi. Sudah banyak contoh kasus kejahatan yang bermula dari aktifitas di dunia maya. Sementara untuk melarang juga bukan hal yang mudah, alih-alih mematuhi orang tua, anak justru mencari kesempatan , sembunyi sembunyi melakukan aktifitas di dunia maya. Untuk mengurangi resiko tersebut membuat suatu kesepakatan dan pedoman bisa dijadikan sebagai pilihan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila orang tua mengijinkan anak-anaknya melakukan interaksi di dunia maya :

Pastikan Orang Tua terhubung dengan anak. Hal ini berarti bahwa apabila anak mempunyai akun di Facebok atau Twitter, orang tua juga harus memiliki dan berteman dengan anak. Hal ini agar lebih mudah bagi orang tua untuk mengetahui aktifitas anak di dunia maya.

Pengaturan Prifasi setting. Atur profil maupun pos pos yang dibagikan ” hanya teman” jangan publik, hal ini untuk menghindari pencurian identitas.

Monitor interaksi anak di dunia maya, baik frekwensi, durasi maupun hal-ahal apa saja yang dibuka, dengan memeriksa riwayat penjelajahan. Selain itu bisa juga digunakan software pengaman unruk memantau kegiatan anak-anak di internet.

Ajarkan tentang resiko berinteraksi di dunia maya. Jelaskan bahwa apa yang sudah kita posting di internet bisa dilihat oleh banyak orang, dan tidak bisa dihapus atau ditarik kembali sehingga anak akan berfikir masak-masak sebelum memposting sesuatu.  Jangan ijinkan anak memberikan alamat, identitas, no HP kepada orang yang baru dikenal di dunia maya.

Tempatkan komputer/laptop di tempat yang mudah terlihat, sehingga orang tua bisa melihat apa-apa yang sedang di buka oleh anak. Jangan ditempatkan di kamar pribadi.

Jadilah contoh yang baik. Ingatlah bahwa apa bila orang tua dan anak terhubung di sebuah sosial media, maka apa yang kita unggah atau tulis juga akan di baca dan dilihat oleh anak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: