Syukurku Pada-Mu

24 Mei 2014 at 00.41 Tinggalkan komentar

Working

Gambar :www.dreamstime.com

Sudah satu bulanan ini aku mempunyai rutinitas baru setiap pagi, yaitu menyerahkan titipan ransum / makan untuk tetangga yang sedang menunggui bayinya yang sedang dirawat Rimah Sakit tempatku bekerja…Sudah lebih dari satu bulan sibayi belum juga diijinkan pulang. Dari awal memang proses persalinan mengalami masalah. Mulai dari kelahiran lewat waktu, air ketuban yang katannya tinggal sedikit, proses persalinan yang cukup lama, harus dipacu dan divakum pula, sehingga saat bayi lahir tak langsung menangis.. Bulan April kemarin, salah satu rekan kerja ada yang melahirkan anak kedua melalui operasi caesar. Tadinya si menginginkan proses kelahiran secara normal, tapi karena ketuban rembes akhirnya harus melahirkan secara caesar lagi. Tapi Alhamdulillah..Semua sehat..Hanya sayang niat memberikan ASI Eksklusif tak kesampaian, karena konon ASInya tak kunjung keluar juga..

Suatu hari, aku kedatangan seorang teman, yang menceritakan bagaimana sulitnya menjalani peran sebagai single parent. Tiada tempat mengadu, harus mencari nafkah dan mengurus anak sendiri. Terkadang harus menghadapi reaksi masyarakat yang terkadang memandang negatif status seorang single parent..

Secara langsung memang tiga peristiwa itu tak ada hubungannya denganku, tapi.. Ya Tuhan, di tengah keluh kesahku  menghadapi urusan pekerjaan dan urusan rumah tangga selalu Engkau ingatkan , betapa aku ini masih kurang bersyukur..

Aku malu, aku masih sering mengeluh capek, lelah dan sebagainya saat mengurus anak-anak yang sedang aktif-aktifnya. Sementara ada sebagian orang yang untuk mendapatkan anak hingga proses melahirkan serta menyusui membutuhkan perjuangan yang tak mudah. Sedangkan aku , begitu banyak kemudahan yang sudah Tuhan berikan padaku dalam proses hamil dan melahirkan anak-anak yang meskipun mungil tapi sehat. Meski tak dimungkiri bahwa mempunyai anak banyak itu repot, melelahkan tapi aku punya suami yang selama ini  selalu membantu , suami yang pengertian ( meski tak selalu ) ketika istri sibuk dengan urusan kerjaan, dan yang tak kalah penting aku mempunyai seseorang yang sewaktu-waktu siap mendengarkan segala keluh kesahku..( meskipun terkadang kesel juga siii, kalau lagi sering ditinggal-tinggal pergi..)

Banyumas, 0:02  23 May 2014 ( secuil tulisan disela-sela kesibukan menyusun file-file kerjaan kantor )

 

Iklan

Entry filed under: Curhat.

Perjuangan Memberikan ASI Saat Kejenuhan Melanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 649 pengikut lainnya

Blog Catatan Bunda kini bisa diakses melalui aplikasi Android dengan cara klik dan instal gambar di bawahini


%d blogger menyukai ini: