Mengapa Memberikan Air Susu Ibu ( ASI )

3 Mar
Breastfeeding-dreamstime.com

Ilust. dreamstime.com

“ Memang sedemikian hebatnya ya ASI ? Kok mau-maunya repot , kan banyak juga susu formula yang mahal-mahal. Terus memang  bayi ASI lebih cerdas ya, dari bayi Sufor ? Kok anaknya si A itu nggak ASI juga pintar tuh..Katanya anak ASI nggak gampang sakit, tapi kok anak si B yang ASI bentar-bentar sakit ?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering aku baca di sebuah sosmed.  Ada kesan bahwa masih ada sebagian Ibu yang masih ragu-ragu dan kurang yakin bahwa ASI adalah makanan yang terbaik bagi bayi.

  • Memberikan ASI adalah sebuah kewajiban Ibu , mendapatkan ASI adalah hak anak Hal ini sudah jelas perintahnya, dalam QS 2 : 233

“ Para ibu hendaklah menyusukan anaknya-anaknya selama dua tahun penuh , yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan….

Sesuatu yang sudah diperintahkan langsung oleh Tuhan, masa ia nggak baik.

  • Hamil dan menyusui ibarat sebuah paket, Ketika Tuhan memberikan kepercayaan kepada seseorang ibu untuk hamil, tubuh ibu otomatis akan mempersiapkan diri dengan adanya peningkatan hormone-hormon tertentu yang pada umumnya sudah diproduksi 4 bulan mengandung, meskipun mungkin banyak yang tidak menyadarinya. Jenis ASI yang muncul pada awal masa menyusui yang disebut colostrums. Sedangkan ASI diproduksi dengan jumlah besar, jawabannya mungkin adalah beberapa saat setelah persalinan. ketika placenta yang terhubung dengan pusar bayi dipotong dan dikeluarkan dari tubuh ibu, pada saat itulah hormon yang menyebabkan diproduksinya ASI yang bernama hormon prolactin mulai bekerja.Jadi amat disayangkan, ketika ada seorang ibu yang tanpa alasan yang jelas tidak memberikan ASI kepada bayinya. Semisal karena repot, takut bentuk payudara jadi melorot , takut lecet dll. Masa sih, Tuhan sudah kasih satu paket hamil + menyusui, yang diambil Cuma hamilnya saja.
  • Memberikan ASI bukan sekedar memberi makan bayi. Saat memberikan ASI kepada bayi, akan tercipta hubungan emosional antara  Ibu dan bayinya. Menyusui juga sebagai bagian dari proses mendidik, karena pada saat menyusui, Ibu bisa sambil manatap mata bayi, mangajak bicara, bernyanyi, sehingga akan merangsang kecerdasan bayi. So..biarpun sudah lulus ASI Eksklusif enam bulan, tetap lanjutkan hingga dua tahun.
  • Kecerdasan dipengaruhi banyak factor. Diantarnaya factor genetic ( keturunan ), stimulasi, lingkungan, dan gizi. Jadi meskipun bayi mandapatkan ASI, kalau ingin bayinya cerdas ya tetap harus usaha, cukupi kebutuhan gizi, berikan stimulasi dan lingkungan yang baik.
  • ASI memang memang memberikan kekebalan terhadap bayi. Namun factor kebersihan lingkungan juga berpengaruh, asupan gizi ( untuk bayi 6 bulan keatas )  juga berpengaruh. Jadi kalau mau anaknya sehat ya tetap harus memperhatikan factor factor tersebut.

Memang tidak semua Ibu bisa memberikan ASI nya secara lancar, terkadang ada saja kendala yang meghambat seorang Ibu untuk memberikan ASI pada bayinya. Baik masalah yang berkenaan dengan kondisi si Ibu , misalnya ASI yang sedikit, puting datar, puting lecet, bayi menolak menyusu, semua itu bisa diantisipasi , asalkan ada kemauan  dan keyakinan. Apalagi sekarang juga sudah banyak konselor laktasi , yang bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah yang mungkin timbul.

sumber : babycenter.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: