Serba-Serbi “Toilet Training “

25 Feb
Ilust.Dreamstime

Ilust.Dreamstime

Toilet training adalah sebuah usaha pembiasaan mengontrol Buang Air Besar ( BAB ) dan Buang Air Kecil ( BAK ) dengan benar.

Kapan mulai ?  

Masing masing Anak-anak mulai merespon sinyal-sinyal  keinginan  untuk Buang Air Besar ( BAB ) atau Buang Air Kecil ( BAK)  pada usia yang berbeda. Secara umum, tanda-tanda bahwa anak  siap untuk “ toilet training” muncul diusia dua tahun, meskipun beberapa anak menunjukkan tanda-tanda kesiapan kurang dari usia tersebut.  Sedangkan untuk kebiasaan mengompol dimalam hari bisa terjadi  hingga usia delapan tahun, meskipun sebagian besar anak-anak berhenti mengompol di usia lima tahun. Berikut adalah tanda-tanda bahwa  anak-anak siap untuk mulai dilatih BAB / BAK secara mandiri :

  •  Sudah bisa  berjalan duduk, jongkok  untuk beberapa waktu.
  • Sudah bisa mengikuti perintah-perintah sederhana, misal nya duduk, berdiri dll
  • Sudah Bisa dua atau tiga jam tidak pipis
  •  Sudah mampu Memberitahu Anda ( atau menunjukkan tanda-tanda jelas ) ketika ia BAB atau BAK
  • Mulai menunjukkan rasa tidak nyaman ketika ngompol atau bab di celana
  • Dapat  menarik celananya ke atas dan ke bawah
  • Mengerti  apa itu toilet dan ada keinginan menggunakannya.

Namun demikian , untuk memulai toilet training tersebut tak perlu menunggu semua tanda tanda diatas ada, yang penting kesiapan secara fisik, prikologis dan emosi anak. Dalam hal ini orangtualah yang lebih paham.

Tahap Persiapan

  • Pertama , pertimbangkanlah apakah Anda akan menggunakan pispot atau kamar kecil . Cobalah untuk mengetahui mana yang lebih disukai anak, apakah pispot ataukan kamar kecil .
  • Kedua , pastikan Anda memiliki semua peralatan yang tepat . Jika anak Anda menggunakan kamar mandi,  Anda perlu membimbing saat  berdiri di atas wc  .
  • Ajarkan anak Anda beberapa kata yang berhubungan dengan pergi ke toilet – misalnya, Anda mungkin ingin mengajarkan kata-katanya seperti  “ pipis, ee, kebelet dll

Memulai

  • Dampingi dan awasi pada tahap awal toilet training
  • Berhenti menggunakan diapers ( kecuali pada malam hari dan selama tidur siang hari ) . Mulai menggunakan celana. Anda bahkan dapat membiarkan anak Anda memilih beberapa celana , yang dapat menjadi langkah yang menarik baginya .
  • Pilihlah celana yang mudah dilepas pakai, misalnya celana yang mengunakan kolor / elastic.
  • Ajak dan bimbing anak Anda ke Kamar kecil, misalnya sejam atau dua jam sesudah makan pagi. Atau bisa juga sebelum mulai toilet training amatilah jam berapa biasanya anak akan BAB, atau berapa jam sekali  Anak Anda pipis.
  • Berikan anak Anda banyak serat untuk dimakan dan air untuk minum sehingga dia tidak menjadi sembelit , yang dapat membuat proses toilet training  sulit. Ini  adalah cara terbaik untuk menangani hal ini , daripada membeli suplemen serat .
  • Jika anak Anda tidak mau  bekerja sama atau tampak tertarik , cobalah untuk  menunggu sampai dia bersedia untuk mencoba lagi .
  • Berikan pujian positif untuk anak Anda usahanya (bahkan jika kemajuan lambat ) , dan banyak pujian ketika dia berhasil . Melihat keluar untuk tanda-tanda bahwa anak Anda perlu pergi ke toilet – beberapa isyarat termasuk perubahan postur , melewati angin dan akan tenang.
  • Sesekali suruh mintalah anak Anda untuk ke kamar kecil sendiri, tapi tunggu saat sampai anak benar-benar mau / siap.
  • Lima menit cukup lama untuk duduk anak di toilet . Lebih baik untuk tidak membuat anak Anda duduk di toilet untuk jangka waktu yang lama , karena hal ini akan merasa seperti hukuman .
  • Setelah selesai BAB  / BAK ajarkan cara membersihkan sisa BAB / BAK yang benar .
  • Ajarkan pula untuk selalu menmencuci tangan dengan benar.

Toilet training ini mungkin tak cukup dilakukan satu dua bulan, tapi tenang sajalah , toh  bukan perlombaan . Tiap anak akan berbeda-beda, jadi jangan bandingkan anak satu dengan yang lainnya.

Mengompol di Malam Hari.

Meskipun di siang hari mungkin anak Anda sudah bisa BAB dan BAK secara mandiri, namun ada kalanya masih saja mengompol di malam hari, bahkan ada yang masih mengompol hingga usia enam- tujuh tahunan, bahkan lebih.  Jelaskan kepada anak Anda bahwa Anda akan siap membantunya di tengah malam terbangun dan ingin BAB / BAK.

Menggunakan Training Pant

Training Pant (TP ) merupakan sejenis Celana Dalam (CD) yang biasa digunakan dalam proses toilet training.  TP biasanya terbuat dari bahan semacam handuk, umumnya TP tidak seperti diapers yang berdaya serap tinggi mempunyai permukaan tetap kering meskipun anak sudah pipis berkali-kali. Diaper lebih berfungsi layaknya WC Portable. Sedangkan TP, meskipun bahannya cukup tebal, tapi Anak masih bisa merasakan basah atau rembes bila pipis, sehingga akan timbul perasaan tidak nyaman . Inilah yang diharapkan agar anak mudah diajak kerjasama untuk BAK/BAB pada tempatnya. Sekarang sudah banyak TP dijual dipasaran dengan harga beragam.

Bila Terjadi Kemunduran 

Anak Anda baru saja mengembangkan kemampuan fisik yang luar biasa untuk mengelola proses tubuh ini . Namun ada kalanya bahwa tiba-tiba saja anak masih belum bisa menahan saat akan BAB/BAK  . Misalnya tiba-tiba saja anak kembali suka ngompol di siang hari . Ini mungkin suatu bentuk kemunduran bagi Anda. Untuk  menghindari hal tersebuat ,

  • Perhatikan anak Anda jika dia mengatakan  “kebelet pipis/ ee”  Bawalah segera ke kamar kecil.
  •  Saat bepergian ataupun mengikuti suatu kegiatan cukup lama, tanyakan apakah anak Anda ingin BAK/BAB atau tidak.
  • Pastikan  ketersediaan fasilitas kamar kecil saat berkegiatan di luar rumah.
  • Minta anak Anda untuk pipis  sebelum tidur , dan hindari memberikan minum terlalu banyak sebelum tidur

Cobalah untuk tetap tenang “toilet Training”  tampaknya memakan waktu lebih lama dari yang Anda harapkan . Tetap positif tentang prestasi anak Anda , karena ia akan sampai di sana pada akhirnya . Terlalu banyak ketegangan atau stres dapat menyebabkan perasaan negatif dan mungkin mengakibatkan anak Anda menghindari jadi  semakin malas untuk menjalani proses Toilet Training.

Masalah Kesehatan

Anda mungkin sudah berhasil melatih balita anda, namun ada hal-hal perlu diperhatikan sehubungan dengan proses Toilet Training anak anda.  Hal –hal tersebut sebagai beikut :

  •  Peningkatan atau Penurunan Jumlah BAB / BAK
  • BAB / BAK susah keluar
  • BAB berupa cairan
  • Keluar darah saat BAB/ BAK
  •  Nyeri saat BAB / BAK

Jika hal-hal tersebut terjadi, konsultasikan dengan dokter Anda

Iklan

2 Tanggapan to “Serba-Serbi “Toilet Training “”

  1. E. Novia 26 Februari 2014 pada 16.07 #

    Makasih sharingnya, Mak

    Arfan semenjak bisa didudukkan sudah langsung diajari toilet training. Tapi baru sebatas BAB, BAK belum bisa 🙂

  2. Bunda Nafazayan 27 Februari 2014 pada 12.29 #

    Makasih kunjungannya Mak..
    Anakku Jasmine(3th) juga masih suka ngompol kalau bobo, tapi kalau siang si udah bisa menyampaikan kalau mau BAB / BAK…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: