Melatih Disiplin Balita Dengan Cinta

24 Feb
Ilust.Dreamstime

Ilust.Dreamstime

“Kata Disiplin memang seringkali  disalahpahami. Disiplin sama sekali tidak ada hubungannya dengan hukuman, yang sebenarnya sama sekali tidak membantu. Secara  sederhana disiplin berarti ‘mengajarkan’. Sebagai orang dewasa kita harus mengajarkan anak-anak tentang dunia dan memberi mereka bimbingan. Pengalaman belajar ini sebenarnya bisa bersifat “ positif”  dan tidak perlu berakhir dengan kesalahpahaman, air mata dan kesedihan bagi anak. Bahkan ketika kita memperlakukan anak-anak sedemikian rupa hingga mereka menangis, bisa jadi bahwa anak Anda juga sebenarnya sangat sedih karena  mereka tidak dapat memahami  apa yang sebenarnya kita mau dan tidak  pula merasa  belajar sesuatu yang berguna “.

Kita bisa mengajari anak-anak tentang perilaku yang baik dengan membantu mereka merasa yakin dan jelas tentang apa yang kita inginkan dari mereka. Anak-anak melakukan yang terbaik ketika mereka merasa aman, bahagia, dipahami dan dicintai.

Ketika ada  Perilaku salah – pecahkan  Masalah Yang Sebenarnya

Terkadang anak-anak agak susah diarahkan karena mereka mengalami perasaan dan emosi  kuat yang  membuat mereka tidak bisa mendengarkan kita. Adalah penting bahwa kita mengenali masalah mendasar yang dapat menyebabkan anak-anak untuk berbuat sedemikian rupa, seperti – kelelahan, kelaparan, kebosanan, kebingungan, semangat, ketidaksabaran, iri hati, rasa sakit, sedih, takut, stres, dan kebutuhan akan cinta kasih dan perhatian kita.

Ketika kita dapat menemukan dan memahami emosi yang mendasari perilaku anak,  kita dapat membantu mereka mereka melalui perasaan mereka. Dengan cara ini kita tidak akan terus  berurusan dengan masalah (perilaku) yang sama, namun kita  akan mengatasi akar permasalahan itu sehingga  masalah dapat terselesaikan dann tidak berulang

Menggunakan Tehnik “ Ketika/Kemudian + “ Sekarang/Nanti”

Seringkali ketika orang tua tidak ingin anak-anak untuk melakukan sesuatu, sebenarnya bukan tindakan itu sendiri yang menjadi masalah, tapi waktunya yang tidak tepat . Jadi, sebaiknya jangan menggunakan  kata-kata seperti, ‘tidak’, ‘Anda tidak bisa’, atau ‘stop itu (yang mungkin membuat anak Anda menangis) kita dapat mengarahkan mereka dengan kata –kata yang menbuat mereka mau beberja sama ,

Contoh:

Setelah kamu letakkan baju itu pada tempatnya, ibu akan bacakan cerita

Kamu  dapat bermain di luar setelah kamu  bereskan mainanmu

Kerjasama versus Paksaan

Seperti orang dewasa, anak-anak tidak suka diperintah. Tapi mereka senang diberi pilihan dan diperbolehkan untuk memutuskan apa yang mereka ingin lakukan pertama kali. Ketika menawarkan pilihan kepada anak Anda, pastikan bahwa pilihan itu dapat mencapai tujuan yang Anda inginkan.

 Apa yang ingin kamu lakukan pertama, sikat gigi atau memakai baju dulu ?

Apakah yang kamu  ingin memakai celana biru atau rok merah Anda?

Apakah yang kamu  ingin , mendengarkan cerita 10 menit lagi atau bermain ?

Buat Seperti Sebuah Permainan

Anak-anak melihat kehidupan ini sebagai sebuah permainan besar .Dengan membuat hal-hal yang menyenangkan, kita bisa melakukan sesuatu seperti yang anak-anak lakukan  sehingga bagi anak-anak akan terasa menyenangkan.  Misalnya, saat kita hendak menyuruh anak kita melakukan sesuatu, Alih-alih kita memerintakhan dengan  ‘serius’, kita dapat menggantinya kata kata  candaan yang menyenangkan , misalnya :

 SERIUS: “Angkat mainan kamu  dan masukkan ke kotak

Permainan : “Aku akan mengambil mobil warna  biru. Dapatkah kamu mengambil semua yang merah ?

SERIUS: “Ayo. Berjalan lebih cepat. Kita harus pulang “.

Permainan: “Saya kuda poni dan aku bisa berpacu cepat rumah. Dapatkah kamu  menangkap saya? ”

Berkata  Seolah-olah Benda yang Bicara

Balita sering kali kali menolak saat diberikan makan, kita bisa berpura-pura , seolah makanan bisa bicara “ Haloo…Kamu lagi ngapain, aku enak banget lho, pasti kamu suka kalau aku masuk mulutmu. Hupp…tangkap akuu”

Katakan yang Anda Inginkan secara  singkat, jelas dan rawarkan bantuan jika diperlukan

Dalam upaya untuk menjadi orangtua yang baik, kadang-kadang kita terlalu cerewet. Dua tiga kalimat mungkin masih didengarkan anak, tapi selanjutya mungkin akan diabaikan. Agar anak mau memahami apa yang kita inginkan, cobalah cara-cara berikut ini :

  • Saat berkomunikasi dengan anak, tataplah matanya.
  • Katakan apa yang Anda maksud dan dan sampaikan dengan jelas,  jangan mengancam atau  menggunakan omong kosong belaka.
  • Berkatalah dengan sopan. Anda tentu menghargai ketika orang mengatakan silahkan dan terima kasih – begitu juga anak-anak.
  • Gunakan dorongan dan kata-kata baik. Seperti kita, anak-anak pun  merespon dengan baik untuk sikap dan kata-kata positif positif.
  • Tetap tenang. Kemarahan membuat anak-anak  takut dan membuat  mereka tidak mampu  mendengarkan, berkonsentrasi apalagi untuk  bekerja sama.
  • Tindaklanjuti  dengan “action” (  tindakan ) . Jika balita Anda memang  tidak mampu melaksanakan permintaan Anda sendiri, cobalah tawarkan bantuan , “Mari kita lakukan bersama-sama”.
  • Konsisten . Anak-anak merasa aman ketika mereka tahu apa yang diharapkan.

Ketika Anda bisa, membuat hal-hal menyenangkan anak anak akan  mudah untuk bekerja sama dan berperilaku baik. Tertawa adalah cara yang indah untuk melepaskan ketegangan dan meredakan situasi.

Melalui Sebuah Cerita

Anak-anak menyukai cerita. Cerita dapat digunakan terlebih dahulu untuk menjelaskan mengenai situasi yang akan dihadapi . Misalnya,  Minggu sebelum kunjungan ke Kakek-Nenek, Anda dapat memberitahu anak Anda cerita setiap hari tentang seorang anak kecil yang pergi ke rumah nenek untuk makan malam, dan bagaimana ia mengatakan silahkan dan terima kasih. Anak itu sangat baik,  ayah dan ibunya sangat bangga padanya.

Cerita juga dapat digunakan untuk mempersiapkan anak-anak untuk situasi di mana mereka mungkin merasa takut.  Misalnya ketika Anda ingin mengajak Anak Anda ke dokter gigi, Anda dapat menceritakan kisah dinosaurus yang mengunjungi dokter gigi , kemudian apa yang terjadi bahwa semua baik-baik saja.

Kelola Kemarahan Anda

Ketika anda marah dihadapan anak-anak , cobalah untuk menenangkan diri, dan saat kemarahan reda jangan lupa jelaskan pada balita anda bahwa Anda sudah tak marah dan Anda marah bukan karena Anak Anda

sumber: .parenting-with-love.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: