Ini Dia 5 Tips Sukses ASI Eksklusif Untuk Ibu Bekerja

22 Feb

Breastfeeding

Apakah Anda seorang Ibu Menyusui sekaligus Ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI Eksklusif ( hanya ASI sampai dengan 6 bulan ) kepada bayi Anda ? Jangan bingung dan putus asa. Seiring dengan  kemajuan zaman dan meningkatnya kesadaran wanita untuk memberikan asupan terbaik bagi bayinya, sekarang dipasaran sudah banyak produk atau alat bantu yang semakin mempermudah ibu-ibu dalam memberikan ASI untuk bayinya. Namun demikian adanya berbagai produk dan alat bantu tersebut bukanlah satu-satunya faktor yang mendukung keberhasilan ibu dalam memberikan ASI Eksklusif untuk bayinya. Mau berhasil memberikan ASI Eksklusif, ini dia tips nya :

1. Tekad dan Keyakinan Yang Kuat

Yakinlah bahwa ASImu cukup, bahwa Kamu bisa. Sebab produksi ASI sangat dipengaruhi oleh kerja hormon. Ketika Kamu yakin bisa, maka Insya Allah bisa. Aku sendiri pernah mengalami, saat pertama kali pumping hanya dapat 30 cc, padahal si dedek baru berusia satu bulan waktu itu sempat ragu, mana mungkin cukup kalau sekali pumpung cuma dapat segitu. Tapi kembali teringat ilmu-ilmu yang kudapat dari AIMI bahwa kalau kita yakin ASI cukup pasti cukup, dan ternyata setelah aku coba pumping lagi benar ternyata dapat satu botol lebih. Dan saat itu baru “ngeh ” ooh ini yang namanya LDR ( Let Down  Reflex ). Ternyata untuk mendapatkan ASIP yang maksimal, cukup menunggu saat LDR . LDR dipengaruhi oleh kinerja hormon Oksitosin yang efeknya pada kelenjar payudara adalah menyemburkan ASI (milk ejection). Hormon Oksitosin inilah yang menyebabkan kontraksi otot-otot di sekeliling kantong-kantong penyimpan susu, sehingga ASI mengalir ke saluran ASI  dan akhirnya keluar melalui pori-pori

2. Bekal pengetahuan yang cukup.

Ilmu pengetahuan yang memadai sangat penting, karena memberikan ASIX untuk ibu bekerja itu tak mudah. Kita harus tahu bagaimana manajemen penyimpanan ASIPnya, masalah – masalah apa saja yang mungkin dihadapi dan bagaimana menyelesaikannya. Kalau aku sendiri banyak belajar dari Fb AIMI .

3. Peralatan / alat tempur menyusui

Peralatan menyusui juga tak kalah penting, diantaranya botol penampung ASI, pompa ASI, Cooler bag, penghangat ASI, kulkas dua pintu untuk menyimpan stok ASIP agar daya tahan ASIP lebih lama. Memilih peralatan tidak mesti mahal. Yang penting cocok dan nyaman dipakai.

4. Mulailah STOK ASIP kira-kira sebulan sebelum masuk kerja.

Pengalamanku kemarin, satu minggu sebelum masuk baru mulai nabung ASIP, alhasil pada H-2 MPASI stok ASIP habis sehingga harus pumping kejar tanyang untuk mencukupi kebutuhan ASIP tiap hari. Walaupun pada awalnya dedek mimiknya memang sedikit, tapi seiring bertambahnya usia biasanya konsumsi ASIP akan meningkat, hal inilah yang biasanya menyebabkan gagal  memberikan ASIP. Oleh karena itulah sebaiknya penyimpanannya menggunakan kulkas dua pintu agar daya tahan ASIP lebih lama. Aku aja kemarin rela beli kulkas yang baru demi keberhasilan memberikan ASIX, kalau dihitung hitung duit buat beli kulkas kemarin masih lebih murah jika dibandingkan harga susu formula selama setahun.

5. Dukungan Keluarga

Seringkali keluarga yang tidak mendukung juga menjadi faktor kegagalan memberikan ASIX. Bayi dengan sufor memang cenderung lebih gendut dibandingkan dengan bayi ASI, hal ini karena sufor lebih banyak kandungan gulanya, bagi yang tidak tahu hal ini dianggap bahwa bayi ASIX kurang kenyang, sehingga tidak sabar ahirnya diberikan tambahan sufor. Padahal pemberian sufor ini justru mengurangi produkksi ASI. Belum lagi kalau melihat bayi rewel acapkali dianggap bayi sedang lapar, padahal bayi rewel bukan hanya karena lapar. Adapula yang melihat bayi suka menggigit apa saja, dianggapnya bahwa bayi sudah perlu di kasih makan yang ahirnya diberikan MPASI dini , padahal umur umur segitu memang masa-masa oral bagi bayi. Disinilah peran keluarga sangat penting. Bisa jadi si ibu sudah bertekad memberikan ASIX, tapi suami, orang tua, pengasuh tidak mendukung dengan alasan-alasan seperti yang sudah disebutkan diatas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: