Saat Penghasilan Istri Lebih Besar dari Suami

16 Feb

moneyMenikah dan tetap bekerja bagi seorang wanita merupakan hal yang biasa pada masa sekarang. Semua itu demi memenuhi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin banyak saja. Bahkan ada pasangan yang istrinya bahkan mempunyai penghasilan yang lebih besar dari suami. Mempunya istri yang berpenghasilan lebih besar memang ada untungnya. Istri tak perlu bergantung pada jatah suami. Namun demikian kesenjangan penghasilan antara suami istri bukan tanpa resiko. Salah satu resikonya adalah keutuhan rumah tangga. Lantas bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan bagaimana menyikapinya ?

Suami Merasa Direndahkan
Suami yang berpenghasilan lebih kecil sering kali lebih sensitif.Pria identik dengan perannya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab akan rumah tangganya. Saat istri memiliki pendapatan yang lebih maka bisa jadi suami merasa kecil hati dan merasa di rendahkan. Karena merasa di rendahkan, suami akan balik merendahkan istri, misalnya dengan tidak memberi nafkah kepada istri dan berfikiran toh istriku sudah bisa cari nafkah sendiri. Bukan hanya merendahkan, bahkan ada yang menghambat karir istri.

Itri Lebih Menguasai.
Saat istri mempunyai penghasilannya lebih besar tentu saja potensial terjadi konflik. Karena merasa menghasilkan gaji lebih besar, Istri merasa berhak menguasai rumah tangga. Sikap seperti itulah yang dapat menyebabkan masalah. Oleh karena itu penting sekali menjaga komunikasi yang baik antar suami istri. Jangan sampai karena mempunyai penhasilan yang besar lantas sang istri bisa bersikap seenaknya pada suami.
Lantas bagaimanakah cara untuk menghindari hal tersebut ?

Janganlah terlalu mempermasalahkan penghasilan
Pendapatan memang penting, namun bukan pula yang paling penting dalam membina sebuah biduk rumah tangga. Komunikasi yang baik, kasih sayang , saling menjaga perasaan juga tak kalah penting. Ujtuk sang istri jangan terlalu membangga-banggakan penghasilan yang dimiliki, karena hal tersebut dapat mengusik ego sang suami. Apalagi jika suami memang sudah berusaha. Pada dasarnya yang memberikan riski berupa penghasilan yang lebih besar adalah Allah, manusia hanyalah sebagai perantara saja. Oleh karena itu tak pantaslah jika sang istri membanggakan diri.

Tetap hargai suami sebagai kepala keluarga
Meskipun mempunyai penghasilan lebih tinggi cobalah tetap menghargai suami sebagai kepala keluarga. Segala permasalahan yang menyangkut kebutuhan rumah tangga musyawarahkan bersama. Ada kalanya karena sang istri merasa bahwa ia mempunya uang sendiri, kemudian ia bebas melakukan apa saja. Toh, uang sendiri. Dalam hal pengaturan keuangan , meskipun yang digunakan lebih besar uang istri, namun usahakanlah tetap sejajar saat membicarakan kebutuhan bersama agar suami merasa di hargai dan didengar pendapatnya.

Tetap hargai kontribusinya.
Ada kalanya suami berpenghasilan lebih rendah bukan karena mala, namun sudah berusaha secara makksimal. Maka sekecil apapun cobalah untuk tetap menghargai. Ingatlah bahwa ukuran kasih sayang seorang suami bukan hanya terletak pada uang yang diberikan. Tenaga, pengertian,perhatian dan kasih sayang pada anak istri juga hal sangat berharga bagi keluarga.

Jangan gunakan penghasilan sebagai senjata.

Ketika  suami istri  dilanda masalah, jangan gunakan kesuksesan sang istri sebagai senjata untuk menyerangnya. Jika hal itu dilakukan sekali saja, suami akan menganggap bahwa kesuksesan istri sebuah ancaman, Selain itu sang suami bisa merasa sakit hati dan merasa rendah diri . Dan jika hal ini terjadi bisa saja sang suami merasa tak dianggap sebagai pemimpin keluarga dan berpotensi mencari pihak ketiga yang lebih menghormati dan menghargai dirinya apa adanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: