Kopdar Pertamaku Dengan Komunitas IIDN Semarang

13 Feb
KOLEKSI FOTO TARMOTH

KOPDAR IIDN SEMARANG ( DOK. FOTO TARMOTH)

Begitu mengetahui informasi ada Kopdar di titik-titik IIDN ( Ibu-ibu Doyan Nulis ) yang salah satunya di Semarang , langsung semangat banget pengin ikutan. Tapi sebenarnya agak ragu juga , sendainya jadi ikut apakah sendirian ataukan bersama anakku .

Disamping itu ada perasaan minder juga, setelah lihat profil profil peserta Kopdar kayaknya mereka orang  orang yang sudah profesional banget di bidang tulis menulis. Sedangkan aku…baru mulai belajar. Tapi setelah aku pikir-pikir kapan lagi ada kesempatan bertemu dan belajar dengan ibu-ibu hebat yang inspiratif. Apalagi ini acaranya ketemu teh Indari Mastuti yang memang sudah lama aku kagumi kiprahnya .

Dengan sedikit merajuk pada suami, akhirnya diijinkan juga keinginanku untuk ikutan Kopdar Komunitas IIDN Semarang dengan  Founder IIDN Pusat,  teh Indari Mastuti, wanita dengan seabreg  penghargaan bergengsi di Indonesia, seperti Perempuan Inspiratif Nova (2010), Finalis Kusala Swadaya (2011), Juara 2 Wirausaha Muda Mandiri (2012), Perempuan Terinspiratif Indonesia Majalah Kartini (2012), Finalis Wanita Wirausaha Femina (2012), Juara 3 Kartini Awards (2012), Finalis Kartini Next Generation (2012), 100 Perempuan Pilihan Indonesia Mengubah Dengan Cinta SunLight (2013), dan Juara I Sekar Womenpreneur (2012).

Singkat cerita, berangkatlah aku dengan travel jam tiga pagi. Sebenarnya menurut jadwal, acara kopdar akan dimulai jam sepuluh pagi. Tapi karena jadwal keberangkatan travel hanya jam 03.00 dini hari dan 07.00, maka untuk lebih amannya aku memilih jam tiga pagi, agar jangan sampai terlambat mengikuti acara. Kira-kira jam 07.30, sampailah aku di Semarang, tepatnya di depan Hotel Plaza dengan di sambut guyuran hujan. Sehari sebelum keberangkatan aku memang sudah menghubungi salah satu panitia, mba Lestari namanya. Aku menyampaikan bahwa mungkin kedatanganku lebih awal dari jadwal karena travelnya memang berangkat gasik. Alhamdulillah mba Lestari langsung menawarkan tempat buat beristirahat sambil menunggu sebelum acara dimulai.

Sambil menunggu jemputan mba Lestari iseng iseng aku buka facebook. Dan , hiks..rasanya pengin nangis saat membaca pemberitahuan bahwa acara diundur sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Acara diundur karena kereta yang ditumpangi Teh Indari Mastuti terjebak banjir di daerah Pemalang. Kebetulan dua hari berturut-turut hujan  memang turun dengan derasnya. Aku mulai agu-ragu antara pengin pulang atau terus. Habis, langsung ingat anakku yang masih delapan bulan. Bagaimana kalau persediaan ASIP ( ASI Perah ) kurang. Dalam hati nyesel banget, kenapa anakku  nggak aku ajak sekalian. Sudah kepalang basah ahirnya aku putuskan untuk tetap mengikuti acara Kopdar.

Masih dalam cuaca hujan deras, datanglah mba Lestari yang langsung membawaku ke tempat kostnya. Untuk beberapa jam aku beristirahat sambil baca-baca buku koleksi mba Tari. Tak lama berselang ada pemberitahuan bahwa acara Kopdar akan dimulai jam tengah satu.

Waktu yang ditunggu-tunggupun tiba. Jam sebelas kami berangkat ke lokasi tepatnya mba Winda Oetomo di perumahan Mega Bukit. Sampai di lokasi langsung di sambut dengan hangat oleh sang tuan rumah, mba Winda Oetomo. Di situ juga sudah hadir  beberapa peserta kopdar , tak lama kemudian Teh Indari Mastuti pun tiba. Sembari menunggu peserta yang lain, acara pun dimulai.

Yang pertama adalah acara perkenalan. Masing masing peserta kopdar supaya  mengenalkan diri, kemudian menyebutkan alasan bergabung di IIDN, serta target yang akan dicapai tahun ini. Ada yang bergabung tanpa sengaja dan merasa pas / sreg dan nyaman karena bisa belajar dan berbagi tentang kepenulisan, ada yang memang mencari ada yang memang mencari informasi IIDN karena sebelumnya sudah mengetahui dari media lain. Mendengar satu persatu memperkenalkan diri ada perasaan minder, tapi juga tersemangati , kebanyakan peserta memang sudah “wow”  dalam menulis, ada yang sudah berhasil menerbitkan buku solo, buku antologi, artikel dimuat di media , menang lomba menulis dsb.

Setelah perkenalan, dilanjutkan dengan sharing dari Teh Iin. Diawali dengan cerita bagaimana terbentuknya IIDN yang kini beranggotakan lebih dari sepuluh ribu. Teh Iin mengawali karir menulis sejak SMA, dan saat itu cerpennya dimuat di Majalah Gadis dan mendapatkan honor Rp150.000,-  jumlah yang cukup besar pada masa itu. Kemudian uang honor tersebut digunakan untuk membeli pita mesin tik dan kertas. Sejak itu Teh Iin rajin menulis dan mengirimkan tulisan ke sejumlah media.

Setelah itu Teh Iin memberikan berbagai tips/trik / wejangan kepada peserta Kopdar:

  • Bahwa menulis bukanlah sebuah bakat, tapi proses.
  • Menulis diawali dengan ide, maka catatlah ide ide yang ada di kepala, kemudian piihlah ide mana yang paling dikuasai.
  • Untuk menulis diperlukan wawasan yang luas, maka sebelum menulis satu buku, setidaknya bacalah beberapa buku.
  • Untuk menulis sebuah buku buatlah profil penulis semenarik mungkin, disesuaikan dengan buku yang akan ditulis.
  • Sebelum menulis buatlah kerangka terlebih dahulu, agar ide tak hilang begitu saja saat berada di depan layar komputer.
  • Mulailah menulis setiap hari, entah itu satu paragraf, satu halaman disesuaikan dengan kemampuan , agar kemampuan menulis semakin terasah.

Sebenarnya si, masih banyak sharing dari  Teh Iin, bagaimana proses menulis, bagaimana agar naskah dilirik penerbit. Cuma pada sesi ini aku mulai gelisah dan tidak fokus karena sudah di sms mau pulang jam berapa  Duh belum lagi mikir mau pulang naik apa.  Ahirnya masih pada sesi tanya jawab aku ijin pulang duluan.

Kurang lebih jam empat aku meninggalkan acara Kopdar dengan diantar oleh mba Winda sampai ke jalan besar. Setengan jam menunggu ahirnya dapat bus jurusan Semarang-Purwokerto via Purworejo. Lega rasanya meskipun jalannya bus cukup tersendat-sendat karena bolak balik menaikkan dan menurunkan penumpang. Sampai di Purworejo ternyata dioper. Huff..Setelah enam jam setengan di perjalanan, ahirnya sampai juga di rumah. Rasanya kangeen banget sama si baby, sudah sejak magrib nggak mimi susu. …Nyesel, lain kali kalau ada acara kayak gini pasti aku ajak ya dek..

Dan satu pesan Teh Iin yang selalu kuingat adalah ” Menulis itu bukan masalah mampu, tapi mau”

Eh ia, liputan lebih lengkap ada di sini

Semangat!!!

Iklan

2 Tanggapan to “Kopdar Pertamaku Dengan Komunitas IIDN Semarang”

  1. rahmi 8 Maret 2014 pada 01.33 #

    iya mba, kalo kopdar anaknya dibawa aja, aku juga gitu 🙂

    • Bunda Nafazayan 8 Maret 2014 pada 15.50 #

      Makasih mba Rahmi, sudah berkenan berkunjung ke sini,
      Iya mba, Lain kali mending diajak, biar nggak kepikiran yang di rumah terus..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: