Masih Perjuangan Memberikan ASI

10 Jan

BreastfeedingSaat ini sudah 7 bulan lebih usia Kenzie, dan sudah sejak satu bulan yang lalu mendapatkan Makanan Pendamping ASI ( MPASI ). Tadinya aku fikir bahwa setelah mendapatkan MPASI, konsumsi ASI selama aku tinggal kerja akan berkurang. Tapi ternyata tidak, sedangkan produksi ASIku , kian hari kian menurun, meskipun kadang-kadang banyak , tapi hari berikutnya menurun, kalau tidak menurun ya segitu-segitu saja. Stok ASIP sudah habis menjelang MPASI, ahirnya sekarang harus memberikan ASIP kejar tayang.

Benar benar  galau, takutnya kalau-kalau tidak bisa memberikan ASI selama dua tahun penuh. Ahirnya kutumpahkan kegalauanku pada grup FB  AIMI( Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia ) , sebuah grup FB yang sangat support untuk keberhasilan menyusui. Dan Alhamdulillah, mulai tercerahkan dengan saran dari admin dan ibu ibu yang lain. Selama ini tidak pernah kepikir bahwa menurunnya produksi ASI sangat berhubungan dengan media pemberian ASI yang selama ini kupakai, yaitu dot. Bukannya tidak tahu bahwa pemakaian dot sangat tidak dianjurkan, tapi karena keadaanlah yang membuat aku terpaksa menggunakan dot, karena tak tega dengan pengasuh yang merasa kerepotan jika menggunakan media sendok atau cupfeeder. Dan akupun tidak berfikiran bahwa menurunnya produksi ASI ini disebabkan karena Kenzie mengalami bingung puting, dikarenakan media pemberian ASIPnya, karena selama ini Kenzie tidak menolak menyusu secara langsung.

Setelah membaca koment-komen dari para ibu dan admin AIMI baru ” ngeh ” bahwa kemungkinan Kenzie memang mengalami bingung puting laten, berikut adalah tulisan ibu Lianita Prawindarti, salah satu Admin di Grup FB AIMI :

Selamat siang, mau posting lagi nih soal dot… Nggak capek capek memang kita di AIMI mengingatkan ibu-ibu untuk TIDAK MENGGUNAKAN DOT jika ingin sukses menyusui Ihhh, kenapa sih AIMI cerewet banget ngelarang-ngelarang Bukan kita lho yang melarang Pelarangan dot itu sudah ada dalam 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) yang ditetapkan pemerintah yang bersumber dari rekomendasi WHO. Pelarangan dot ada di poin ke-9, yaitu TIDAK memberikan dot dan kempeng. Kenapa sih AIMI ribut amat ga boleh pakai dot? Bukannya kalau kita positive thinking anak kita ga bakal bingung puting dia ga bakal bingung puting? Kita boleh positive thinking, tapi yang bingung puting kan anaknya, bukan ibunya Masalahnya kita tahu nggak karakter anak kita itu yg rentan bingung puting atau tidak? Tidak kan? Yuk lebih baik mencegah daripada mengobati karena kemungkinan untuk bingung puting ada di semua bayi, di semua titik usia, kapanpun itu Kalau sudah bingung puting, rasanya sedih lebih sedih dari diputusin pacar lho Bu Eh, tapi bingung puting itu apa sihhh? Bingung puting itu bisa dilihat dari dua hal: PERTAMA, bayi menolak menyusu. Kalau sudah begini, harga mati harus relaktasi agar si bayi mau menyusu kembali dan buang jauh2 dotnya. Sementara tingkat keberhasilan relaktasi itu beragam. Semakin tua usia bayi semakin sulit direlaktasi. Relaktasi juga butuh kegigihan ibu dan kerjasama seluruh keluarga. Kalau ibunya kerja, ada kalanya harus cuti biar bisa fokus relaktasi. Apakah ketika bayi menyusu kembali ke ibunya masalah selesai? Di banyak kasus, tidak Karena pola hisapan bayi sudah berubah dan butuh waktu lebih lama lagi untuk memulihkan hisapan yang benar. KEDUA, ini yang sering terjadi di masyarakat. Bayi tidak menolak payudara ibu, tapi bayi mengurangi reflek hisapan pada payudara ibu. Di sini kita perlu memahami cara kerja bayi menyusu pada payudara. Ini penting supaya kita bisa mendapat pemahaman utuh. Bingung puting adalah keadaan dimana bayi menghisap payudara ibu dengan cara menghisap pada dot. Sementara cara kerja meminum ASI dari botol dot dan payudara berbeda. Melalui botol dan dot bayi tidak harus suckling melainkan hanya sucking. Sedangkan pada payudara bayi harus menggunakan lidah dan seluruh otot pada mulutnya untuk merangsang keluarnya ASI. bayi harus buka mulut lebar-lebar dan menghisap dengan kuat dengan irama yg konsisten. Sedangkan pada botol dan dot bayi hanya menyedot dan aliran ASIP sudah keluar dengan derasnya. EFEKNYA APA? Produksi ASI menurun bertahap karena pengosongan payudara tidak lagi optimal. Dan yang sering terlihat adalah menurunnya hasil perahan krn tanpa ibu sadari produksi ASI sebetulnya sudah menurun juga. Rata-rata, hasil perahan berkurang pada periode setelah 4 minggu penggunaan botol dot. Di sini ibu mulai panik. Sistem ASI kejar tayang pun mulai terjadi. Ini yang disebut bingung puting laten atau tersembunyi. Bayinya tetap mau menyusu pada ibunya, tapi ibunya nggak sadar bahwa produksi ASI-nya sudah mulai turun. Naaah, setelah membaca ini, masih mau coba-coba untuk si kecil? Silakan dipertimbangkan sendiri baik-baik yaa…Happy breastfeeding (Atas nama Minbuks Grup FB AIMI)

dan setelah membaca tulisan di atas…perjuangan selanjutnya adalah menyingkirkan dot…dan yang pertama harus kulakukan tentu saja meyakinkan pengasuh dan orang tua, agar mau mengganti media pemberian asi bukan dengan dot. Dan hari ini hari pertama memberikan ASIP dengan media lain, yaitu spout ( training cup ), harapanku, semoga semuanya lancar, dan produksi ASIku juga tetap lancar.

Iklan

3 Tanggapan to “Masih Perjuangan Memberikan ASI”

  1. winda 1 Juni 2015 pada 15.10 #

    Maaf mba mau tanya, apakah pakai spot diperbolehkan? artinya bayi tidak bingung puting?
    Karena bentuknya hampir2 sama kayak dot juga.
    Soalnya saya udah coba pake cupfeeder anak saya ga mau, ini lg mau cari2 media lain pemberian asip. Dan kebetulan dirumah ada spout pigeon.
    Mohon informasinya.
    Makasih

    • Bunda Nafazayan 1 Juni 2015 pada 15.44 #

      Mba Winda , menurut informasi yang aku baca dari AIMI, boleh pakai, tapi yang moncongnya keras, kalau yang moncongnya lunak, dikhawatirkan menyebabkan bingung puting juga.

      • margaretha 7 Januari 2016 pada 06.57 #

        pagi..
        baby saya 6m+ sudah bisakah pakai spout.. dan yg rekomen spout apa ya… thank you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: