Sales-Sales Nakal

5 Jan
1.SALESMAN

ilustrasi dreamstime

Selain mengunggul unggulkan kualitas dagangannya, melambungkan harga,merekapaun melakukan trik trik yang membuat seolah olah si calon pembeli orang yang sangat beruntung jika membeli barang-barang mereka. Sudah tiga kali aku menjumpai sales yang menawarkan barang dagangannya dengan cara yang tidak menyenangkan .  Tapi yang ketiga kemarin benar-benar menyebalkan.

# Tiga #

Beberapa waktu yang lalu rumah ibuku kedatangan dua orang tamu tak diundang . Ibuku sudah menduga bahwa mereka adalah sales. Ternyata memang benar. Mula-mula mereka memperkenalkan produknya berupa alat pijat dan bantalnya. Tak lupa sambil menerangkan pula manfaat dan cara kerjanya. Menurut mereka harga kedua alat tersebut satu juta sekian. Mendengar harganya saja tentu saja tak berminat, apalagi dari awal memang sudah tak berminat. Kemudian mereka mulai memakai trik-trik yang sudah bisa di tebak. Mula-mula si sales menanyakan , apakah punya sendok, tentu saja dijawab punya, masa ia sih, sendok nggak punya, kemudian mereka meminta untuk mengambil salah satu sendok. Dengan ogah-ogahan ahirnya diambilkanlah sendok. Lalu si sales pura-pura mengamati sendok itu, dan berkata, Wah bu selamat , ibu beruntung mendapatkan potongan harga , menjadi 399 ribu, karena sendok ibu termasuk langka, ada lambang segitiga atau apalah namanya. Padahal sebelumnya sudah dijawab bahwa tak berminat membeli barang itu, tapi si sales tetep kekeuh menawarkan dagangannya, ” Bukan masalah minat apa tidak minat, tapi ibu dapat hadiah lho, harus diambil. Dengan enaknya memaksa. Padahal sudah dibilang bahwa lagi nggak banyak uang. Eee si sales malah mencoba memaksa terus, kalau nggak ada , bisa ambil alat pijatnya saja kok, harganya jadi sekian..Sudah dijawab nggak mau masih saja memaksa dan si Sales bilang, ya sudah kalau nggak ada uang bisa di bayar pakai sesuatu,yang penting ada kwitansi dan surat-suratnya, ibu tahu kan sesuatu ? Demikian kata si Sales. Tentu saja ibuku tahu maksudnya. Si Sales bertanya lagi, ibu punya cincin ? “Ya punya” , jawab ibuku. “Belinya dimana bu ?” tanya si Sales lagi. ” Di Banyumas, tapi maaf nggak berminat nuker cincin sama alat pijet”. ” Cincin kan bisa beli lagi, tapi kalau kesempatan dapat hadiah ini kan langka bu ? ” kata si Sales itu. Ahirnya makin kesel ibuku, dan dengan muka tidak senang, berkatalah. ” Maaf sudah kukatakan berkali-kali  , tidak minat. Ahirnya kedua sales itupun pergi, untuk mencari mangsa selanjutnya.

Setelah tahu kejadian itu aku langsung sms kakakku yang tinggal berlainan rumah, supaya hati-hati mbok ada sales yang datang, nggak usah ditanggapi. Tak tahunya si Sales sudah kesana duluan, cuma kebetulan yang menerima anaknya. Ternyata di sanapun juga tak sopan. Masa, marah marah ke anaknya kakakku gara-gara dijawab ibunya nggak di rumah. ” Kenapa nggak bilang kalau nggak di rumah ? Kalau tahu dari tadi kan nggak nunggu-nunggu ? ” # Tepok jidat

# dua #

Yang ini terjadi sudah agak lama . Suatu sore ada seseorang yang datang yang sebenarnya sudah bisa di tebak bahwa itu Sales, karena wajahnya asing bagiku dan tampak membawa sebuah kompor gas dan blender. Karena sudah bisa kutebak bahwa ini pasti mau menawarkan kompor dan blender.

S    : Maaf bu, bisa minta waktunya sebentar.

A   : Oh, silahkan . Tapi maaf , kalau mau menawarkan kompor sama blender , saya nggak berminat. ( dalam hati,                kasihan dari pada panjang lebar ngomong, tapi ahirnya nggak dibeli )

S    : Bukan, bu. Cuma mau memperkenalkan produk saja.

A   : Oh, silahkan.

S   : Perkenalkan saya xxx..dari perusahaan xxx., yang beralamat di Jatilawang. Kami mempunyai produk kompor gas xxx dan blender xxx dengan harga xxxx.

A   : ooh…( sambil menggendong Jasmin yang sedang aktif aktifnya )

S   : Tolong ya bu, kalau saya lagi ngomong perhatiin dulu, masa ibu liatnya kesana kemari, Oh ya bu,dimana tadi alamat kantornya ? ( dengan gaya guru TK sedang mengetes muridnya )

A   :   Iya, Jatilawang ( rasanya dongkol banget, memang lebih penting sapa , kamu apa anakku )

S   : Oh ia bu, ibu di rumah pakai pasta giginya apa ? ( tiba-tiba tanyain pasta gigi )

A   : Pepsodent.

S   : Bisa liat bu ?

A   : Ada di kamar mandi, tapi maaf mas, kalau mau jual kompor dab blender, nggak minat. ( agak males, melayani      soalnya Jasmine juga mulai agak rewel .

S   :  Aduh, jangan bilang nggak minat-nggak minat terus, dengerin dulu. Bisa diambilkan bu, Pepsodentnya ?

Setelah diliat liat, kemudian ,

S   : Wah bu, ternyata ibu pakai produknya UNILEVER, yang kebetulan bekerjasama dengan kami, jadi selamat ibu dapat kesempatan memiliki kompor gas ini dengan separuh harga.Kalau dipasaran produk ini dijual dengan harga xxx.

A   : Maaf, kami sudah ada kompor gas dan blender, jaadi kami nggak beli ( dengan pasang muka tidak senang )

Ahirnya si Salespun pergi, dan yang membuat geregetan, ternyata tetangga ada yang kena, padahal tetanggaku benar-benar orang tidak mampu, untuk makan sehari-hari saja ibaratnya sudah susah, tapi karena rayuan si Sales sampai dibelain cari utangan buat beli kompor, yang notabene merk nya saja tidak jelas, dengan harga yang lebih mahal dengan kompor-kompor yang sudah jelas merk dan harga pasarannnya di toko.

#satu# 

Masih agak sama dengan modus, modus lainnya. Cuma hadiahnya berbeda dan hampir saja ibuku tergoda. Ceritanya, ada sales yang menawarkan suatu produk, kemudian seperti biasa masih, tanya tanya pasta gigi , sabun, atau apalah yang dipakai sehari-hari. Dan seperti cerita-cerita sebelumnya, bahwa karena memakai produk dari perusahaan tertentu , misanya UNILEVER, maka dapat hadiah potongan harga, disertai bumbu-bumbu pula, bahwa yang dapat hadiah itu cuma pilihan beberapa orang saja, selain hadiah potongan harga , ada tambahan hadiah pula, yaitu kesempatan kerja. Mendengar kesempatan kerja ,tentu saja ibuku sedikit tergoda , karena teringat adikku yang saat itu bekerja di rantau dengan penghasilan pas-pasan. Pikir ibuku, lumayan kalau ada lowongan kerja, dari pada adikku jauh-jauh kerja di Jakarta. Pada saat itu kebetulan aku sedang di tempat ibuku, dan mendengar semua rayuan sales itu dari ruang tengah, kemudian dengan bahasa isyarat, aku meminta ibuku untuk masuk sebentar, saat akan beranjak masuk, si Sales agak menahan ibuku, maaf, ibu mau kemana, saya belum selesai bicara, kata si Sales. tapi ibuku tetap masuk, dan mengatakan ada keperluan sebentar. Kamipun berbicara sebentar dan aku hanya memberikan pendapat, bahwa barang itu teralu mahal, kalaupun yang diinginkan kesempatan kerja, pasti nanti kerjaanya ya sama, seperti Sales itu. Sedangkan adikku sendiri tak berminat jadi Sales. Kalau mau beli barang itu, mending di toko saja. Ahirnya ibuku tak jadi membeli barang si Sales dan si Sales itupun pergi.

Tak ada yang salah dengan profesi Sales, asalkan dijalani dengan benar, jujur dalam menyampaikan kualitas barangnya, harganya, dan tentu saja tidak memaksa terhadap calon pembelinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: