Kuliah Ibu Professional : Manajemen Waktu

8 Des

Manajemen Waktu

Kuliah program bunda cekatan sudah dimulai sejak tanggal 06 November 2013 yang lalu. Meskipun sekarang  jarang mengikuti secara online, Alhamdulillah masih tetap bisa menikmati rekaman perkuliahan . Selang dua puluh empat jam setelah kuliah berlansung biasanya rekaman sudah siap di unduh di Wiziq.com

Salah satu rekaman materi perkuliahan yang sudah aku unduh  adalah tentang ” Manajemen Waktu Untuk Diri Sendiri Keluarga dan Kegiatan” yang berlangsung Rabu 13 Nopember 2013 dengan pemateri Ibu Septi Peni Wulandari sendiri sebagai founder ibuprofesional.com.

Materi diawali dengan pertanyaan dari Ibu Septi ,Apakah  kesuliatan utama atau gangguan terbesar dalam mengatur  waktu ? Berbagai jawaban muncul, Ada yang menjawab  Konsistensi, tidak bisa menjaga komitmen, capek, masih merasa kurang 24 jam, masih menyesuaikan dengan baby, adanya  acara  mendadak, ada tamu, malas , tidak ada terget , Ketika tidak ada target, waktu akan berjalan beitu lama / cepat sekali. Menurut bu Septi untuk bisa mengatur waktu sasaran pertama adalah kita harus bisa memilah-milah manakah hal yang penting ( important ) dan urgent ( segera ). Harus bisa menentukan prioritas dengan sebaik-baiknya.   Setelah itu mulailah menata kegiatan, . Tulislah rencana tahunan, bulanan, hingga harian. Namun harus disadari bahwa rencana ini ibarat sebuah proposal, sedangkan yang berhak menyetujui atau tidak adalah Tuhan YME.  Orang yang tidak punya rencana hidupnya akan mengalir begitu saja, suatu saat akan berhenti dan merasakan sesuatu titik kebosanan, monoton dan seperti itu itu saja. Sedangkan yang punya planning, hiidup akan terasa lebih hidup, disaat bisa menjalankan sesuai rencana akan ada kepuasan sendiri, disaat tak berjalan sesuai rencanapun menjadi suatu tantangan tersendiri untuk mencari jawaban, mengapa bisa gagal ?

Apakah Hal Yang Penting

Kemudian bu Septi pun melemparkan sebuah pertanyaan, tiga hal apakah yang paling penting bagi anda  ? Jawaban dari ibu -ibu pesertapun   beragam, ada yang menjawab Keluarga- Pekerjaan-Belajar, ada pula yang menjawab Ibadah-Mengurus Keluarga-Belajar, Suami- Anak – Kerja dlll. Setelah itu tiga hal apakah yang paling tidak penting, ada yang menjawab internetan, FBan, nggosip , ngrumpi,  nonton TV,nonton sinetron  shopping, BBMan, Kemudian evaluasilah, lebih banyak digunakan untuk yang manakah waktu yang kita miliki ?

Waktu

Tuhan sudah menganugerahkan waktu yang sama kepada setiap orang, yaitu 24 jam sehari. Namun setiap orang berbeda, ada yang 80% bekerja,  hasil 20 %, sebaliknya 20 % bekerja 80 hasil.  Menurut diagram Pareto (80-20), artinya 80% rata-rata; ada 80 % orang melalukan hal yang sama atau melakukan hal yang biasa-biasa saja dan menghasilkan result hanya 20 % sehingga akhirnya dia pun menjadi orang yang biasa saja. Sementara itu, adapula orang yang termasuk 20% nilai bekerjanya, tapi mampu menghasil 80 % result, orang seperti ini biasanya berani melakukan  sesuatu denan cara yang ekstrim , nyleneh hidup dengan cara yang berbeda, konsep dan cara pemikiran yang berbeda. Karena waktu tak pernah kembali, kita harus menggunakan waktu dengan seefisien mungkin. Bu Septi kemudian membuat sebuah analogi dengan sebuah percobaan, menggunakan tiga buah jeruk, setengan baskom beras, dan toples. Bagaimanakah caranya agar beras dan jeruk tersebut bisa masuk dalam toples. Yang manakah terlebih dahulu yang akan dimasukkan. Pertama, dicoba memasukkan beras terlebih dahulu, kemudian baru jeruk, hasilnya beras bisa masuk tapi jeruk masih menyembul, yang kedua, jeruk dimasukkan terlebih dahulu baru kemudian beras, hasilnya jeruk bisa masuk, dan beraspun masuk, kesela-sela jeruk. Tiga buah jeruk ini ibarat hal hal penting yang akan kita lakukan, beras adalah hal-hal kecil yang tidak terlalu penting atau gangguan-gangguan ,sedangkan toples adalah hari atau waktu 24 jam yang kita miliki. Apabila kita melakukan hal hal yang tidak terlalu penting dulu, maka biasanya tanpa terasa waktu akan habis dan kita belum melakukan hal-hal penting yang seharusnya diakukan. Sebagai contoh, kita sudah bangun pagi, kemudian kita ambil sapu, saat asyik menyapu tiba-tiba melihat tayangan gosip di TV, karena asyik aktifitas menyapupun berhenti, setelah selesai baru tersadar, lanjut lagi menyapu, lagi menyapu, tiba -tiba menemukan tabloid menarik, kemudian berhentilah untuk membaca sebentar, dan tiba tiba hp berbunyi karena ada sms, langsung pegang hp, sudah baca sms, tiba-tiba jadi gatel pengin liat BB,  FB, asyik baca-baca status teman, hingga tahu tahu sudah  siang, ternyata sama sekali belum memasak, padahal memasak  adalah hal penting yang mesti dilakukan . Seringkali diujung hari kita bertanya-tanya, kok hari ini nggak ngapa-ngapain ya ? 24 jam sehari terasa kurang.

Multitasking Person

Ibu memang seorang yang multitasking , yaitu bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan , Namun hati hati karena semua bisa justru menyebabkan ibu tidak bisa menjadi seorang ahli, apabila yang dilakukan hanya sebatas rutinitas. Ibu bisa memasak, tapi sekedar memasak, bisa mencuci sekedar mencuci, bisa mengasuh anak, sekedar rutinitas mengasuh anak.

shot_000052

Aktifitas seorang ibu secara umum terbagi menjadi tiga, yaitu Rutinitas, Pengembangan Anak dan Keluarga dan Pengembangan Diri. Ibu bisa memilih pada poin manakah ingin menjadi seorang yang ahli, maka berikanlah prosentasi waktu yang lebih lama untuk melakukan hal tersebut.

shot_000053

Bagaimanakan menyusun strateginya ? Yang pertama adalah Bikin Rutinitas Gelondongan yang merupakan hal-hal yang penting ( ibarat Jeruk jeruk yang akan kita masukkan toples tadi ). Setelah itu Buat Kandang Waktu Pekerjaan , yaitu membagi – bagi kedalam waktu-waktu tertentu / mengkapling-kapling, misal kita akan mengerjakan sesuatu dari jam sekian sampai jam sekian atau kita akan melakaukan sesuatu selama berapa menit / jam. Setelah membuat kandang waktu, Patuhi Cut Off Time. Jika kita sudah menentukan jam sekian sampai jam sekian akan melakukan aktifitas  tertentu, maka ketika  waktu nya habis, maka kita jua berhenti, andaikata tidak selesai, bisa dilanjutkan keesokan harinya. Yang keempat adalah Srondolan : NO , artinya katakan tidak pada hal-hal diluar rencana yang sudah ditentukan. Sebagai contoh, jam sekian adalah waktunya bersama anak-anak, tiba tiba ada yang ngajak ngobrol penin curhat. Maka kita bisa tolak dengan bijak.

shot_000054

Apabila sudah bisa konsisten dengan schedul / rencana yang kita buat adakalanya kita bisa merasakan yang namanya bonus waktu. Tiap orang mungkin akan mempunyai bonus waktu yang berbeda, ada yang merasakan bonus waktu ketika anak-anak sudah tidur, saat dalam perjalanan ke kantor , saat menunggu dll, yang jelas gunakan bonus waktu ini untuk pengembangann diri, agar bonus waktu ini tak sia-sia, maka siapkanlah selalu Amunisi , sesuai kegemaran masing-masing, bagi yang suka baca, bawalah buku, bagi yang suka menulis, bawalah alat tulis , bagi yang suka foto-foto atau rekam rekam, bawalah camera / hp. Karena dari pemanfaatan bonus waktu inilah Penentu Kualitas Diri. 

Iklan

2 Tanggapan to “Kuliah Ibu Professional : Manajemen Waktu”

  1. Teman Nobita 11 Desember 2013 pada 15.46 #

    Wah bunda..

Trackbacks/Pingbacks

  1. Cara Download Rekaman Di WizIq | Catatan Bunda - 9 Desember 2013

    […] yang sering mengikuti Kuliah Online Institut Ibu Profesional,tentu  sudah tidak asing lagi dengan WizIq. WizIq  adalah sebuah platform yang menyediakan kelas […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: