Banyumas – Purbalingga demi Gentle Birth ( 2 )

19 Agu

birth plan

Beberapa teman pernah menanyakan mengapa tidak melahirkan di tempat terdekat saja. Sebenarnya bukan masalah percaya atau tidak percaya. Sejak awal kehamilan aku memang ingin sekali melahirkan ala gentle birth , sebuah persalinan yang lembut, alami dengan memperhatikan semua aspek tubuh manusia secara holistik. ( mind, body n soul ) sealamiah mungkin , minim intervensi medis, namun bukan anti interfensi medis.

Interfensi dilakukan jika hanya jika benar-benar diperlukan. Sementara belum semua rumah sakit ataupun nakes yang pro terhadap prinsip gentle birth, karena biasanya rumah sakit pemerintah sudah terikat prosedur tetap yang sudah di tentukan. Karena belum semua nakes atau rumah sakit pro terhadap prinsip gentle birth ini, maka untuk lebih aman dan nyamannya , aku mencari-cari info, dimana ada nakes / rumah bersalin yang sudah pro dengan gentle birth, dan kebetulan di RSB Panti Nugroho, Purbalingga sudah ada bidan yang mendukung ,dan dokternya juga acc .
Meskipun jarak lebih jauh di banding Banyumas, tapi bagiku lebih nyaman dibandingkan jika aku harus meyakinkan dan meminta persetujuan dari bidan / dokter yang belum tentu juga setuju. Apalagi jika harus melanggar protap yang sudah ditentukan ( bisa- bisa dibilang pasien ngeyel ) :

Karena ada beberapa prosedur yang kami inginkan dan beberapa prosedur yang tidak kami inginkan itulah kami perlu memilih nakes dan profider yang mendukung agar proses persalinan berjalan sesuai keinginan.

Diantara prosedur yang kami inginkan dalam proses persalinan adalah :

  1. Tidak diinfus ,selama masih bisa makan dan minum. tidak dipasang alat monitor djj secara terus menerus. bagiku ini cukup mengganggu kenyamanan , membuat tidak bebas untuk bergerak, padahal selama proses bersalin biasanya harus bolak balik ke kamar kecil.
  2. Bebas bergerak , bebas memilih posisi persalinan. Dari pengalaman melahirkan beberapa kali, posisi yang selalu dianjurkan adalah berbaring telentang  atau miring kekiri. Padahal posisi ini  membuat kontraksi bayi mendorong secara horisontal, yang justru menentang kekuatan grafitasi.
  3. No Induksi.
  4. Delay Cord Clamping.( Penundaan Pemotongan Tali Pusat ). Di rumah Sakit pemerintah biasanya pemotongan tali pusat dilakukan segera setelah bayi keluar. Delay Cord Clamping adalah penundaan pemotongan tali pusat . Manfaat penundaan penjepitan tali pusat untuk bayi termasuk masih diberinya kesempatan untuk darah merah, sel-sel batang dan sel-sel kekebalan untuk ditransisi ke tubuh bayi di luar rahim. Dan untuk ibu, dengan dengan menunda penjepitan tali pusat ternyata bisa mengurangi komplikasi seperti perdarahan  Penjepitan tali pusat yang tertunda dapat membuat kadar hematokrit yang lebih tinggi, transportasi oksigen lebih optimal dan aliran sel darah merah yang lebih tinggi ke organ vital, anemia bayi berkurang dan meningkatkan durasi menyusui.
  5. Inisiasi Menyusui Dini.I IMD atau Inisiasi Menyusui Dini adalah adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi diletakkan di dada ibu dan dibiarkan bergerak untuk mencari puting susu ibunya sendiri.  Pengalaman melahirkan yang sudah-sudah, begitu bayi lahir, segera diklem dan dipotong tali plasenta, dibawa perawat  untuk dibersihkan , ditimbang, dan lain-lain, baru kemudian disandingkan dengan ibunya.

Iklan

3 Tanggapan to “Banyumas – Purbalingga demi Gentle Birth ( 2 )”

  1. aifataqiya 15 Agustus 2014 pada 11.51 #

    Asslm bunda, salam kenal…boleh tau ketika melahirkan di RSB Panti nugroho berapa biaya persalinannya? Bisa ditanggung oleh BPJS/ASKES tdk? Sy berencana lahiran di sana juga tp masih minim info. Mhn balasannya ya bun… Skrg UK30w dg kehamilan kembar 2…Terima kasih

    • Bunda Nafazayan 15 Agustus 2014 pada 14.52 #

      Terlebih dahulu saya ucapkan selamat atas kehamilan Bunda..
      Biaya persalinan normal saat itu 2 jutaan Bun, kelas VIP.. Karena waktu itu melahirkan anak kelima, jadi nggak pakai Akses / BPJS, tapi petugas disana sempat memberikan informasi bahwa untuk peserta yang menggunakan Askes /BPJS bisa klaim sendiri ke kantor BPJS.
      Cuma untuk saat ini saya sendiri nggak faham apakah aturan seperti itu masih berlaku. Mungkin Bunda bisa minta informasi langsung ke Panti Nugroho

      • aifataqiya 15 Agustus 2014 pada 15.41 #

        Trmksh mba infonya…

        Izin nyobain resep2nya y mba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: