Perjuangan Memberikan ASI Eksklusif

20 Jul

Alat Tempur MenyusuiKurangnya bekal pengetahuan tentang ASI dan seluk beluknya membuat aku melakukan kesalahan. Aku gagal memberikan ASI eksklusif untuk empat anakku. Sangat menyesal, kenapa baru sekarang baru menyadari betapa pentingnya memberikan ASI Ekslusif , dan ironisnya aku bekerja di Rumah Sakit yang berpredikat Rumah Sakit  Sayang Bayi. Apalagi kalau ingat bagaimana dulu pernah membuang-mbuang ASI di tempat kerja karena payudara terasa sakit karena tak disusui. Sungguh aku sudah menyiakan-nyiakan anugrah Tuhan berupa makanan yang terbaik untuk bayiku sendiri. Hiks..Maafkan aku anak-anakku, aku tak memberikan yang terbaik untuk kalian, aku telah merampas hak kalian.. T_T.

Saat ini aku kembali menjadi busui bagi Kenzie, anak kelimaku.Tak ingin mengulang kesalahan yang telah lalu aku berusaha mencari informasi sebanyak banyaknya mengenai tips dan trik menyusui bagi working mom, apa saja hambatan dan masalah yang mungkin ditemui agar tak ada kegagalan lagi untuk memberikan yang terbaik bagi Kenzie Karena keinginan dan motivasi yang kuat dari diri sendiri, dukungan suami dan keluarga , serta bekal informasi tentang ASI yang cukup sangat berpengaruh terhadap keberhasilan menyusui.

Selain bekal informasi, dukungan suami dan keluarga, yang tak kalah pentingnya adalah peralatan menyusui alias alat tempur , kenapa alat tempur, karena untuk sukses memberikan ASI eksklusif bagi ibu bekerja adalah sebuah “ perjuangan “ Seminggu masuk kerja Alhamdulillah bisa rutin pumping dua kali sehari, saat pagi setelah waktu sahur, dan jam sebelas siang di kantor. Dan alat tempur yang aku gunakan adalah.

1. Breast Pump ( Pompa Menyusui )
breastpumpMerupakan peralatan utama bagi busui. Dengan alat ini proses memerah ASI lebih cepat dibandingkan dengan tangan, namun kekurangannya kurang efekktif mengosongkan payudara.  Ada dua macam pompa menyusui yaitu elektrik dan manual. Harganyapun beragam, dari yang termurah sekitar seratus ribu sampai jutaan, tergantung jenis dan merk. Untuk yang satu ini aku memilih pompa manual merk “Pumpee” seharga Rp. 100.000,-
2. Botol Peyimpan Asi

penyimpan asiBotol ini digunakan untuk menyimpan hasil perahan ASI.  Dianjurkan untuk menggunakan botol kaca dari pada plastic. Bisa menggunakan plastic, tapi harus aman bagi kesehatan, yaitu yang BPA Free. Untuk yang ini aku menggunakan botol bekas You C1000, harga Rp. 3.000/pcs.
3. Warmer ( Penghangat ASI )

botel warmer Warmer adalah salah satu perlatan yang cukup penting bagi para ibu. Asi dihangatkan dengan suhu yang meningkat secara berangsur-angsur agar proses penghangatan berlangsung secara perlahan. Hal ini bertujuan untuk menjaga nutrisi asi agar tidak rusak karena perubahan suhu yang drastis. Penggunaan warmer sangat mudah, kita hanya perlu menambahkan air kemudian memilih pengaturan suhu yang diinginkan.Untuk alat yang satu ini aku memilih CROWN standar seharga Rp. 85.000,-
4. Cup Feeder ( Cawan )

Digunakan sebagai media untuk memberikan ASI ke bayi, karena penggunaan dot tidak dianjurkan  karena mempunyai resiko bingung putting pada bayi. Untuk yang satu ini sebenarnya aku sudah membeli , Merk Claire, seharga Rp. 13.000, Namun apa daya anakku tetap menggunakan dot, karena orang rumah tidak mau menggunakan cupfeeder karena merasa lebih repot. Hiks T_T.Semoga bayiku tidak mengalami bingung putting.

5. Cooler Bag

coolerbagDigunakan untuk mempertahankan ASI agar tetap dingin,dengan menarul ice gel yang sudah dibekukan di freezer,  terutama jika tidak ada kulkas saat di luar rumah. Untuk peralatan yang satu ini aku menggunakan Merk HDY , harga Rp. 115.000,-

 Semua peralatan aku beli secara online, kecuali pompa ASI dan botol penyimpan ASI, karena sudah tak sempat untuk hunting cari peralatan menyusui.

Iklan

5 Tanggapan to “Perjuangan Memberikan ASI Eksklusif”

  1. lia 7 Oktober 2013 pada 07.40 #

    Bun, sy juga gagal memberikan ASIX untk anak, dr usia 40d udah minum sufor, hiks.. Keempat anak bunda mulai dpt sufor usia brapa?

    • Bunda Nafazayan 14 Oktober 2013 pada 17.57 #

      Terimakasih bunda Lia, sudah berkenan berkunjung di blog ini, anak ke satu dan dua, baru tiga bulan sudah pake sufor, anak ketiga dan empat malah baru dua bulan, pokoknya begitu saya mulai masuk kerja.

  2. diah 17 Februari 2017 pada 18.14 #

    bun mau tanya, itu cara sterilisasi pompa asinya , selangnya apa juga d rebus ? soalnya pmpa asiku mdelnya jg gt , aku cri ptnjuk pmkaiannya d kardusnya g ada ..

    trims

    • Bunda Nafazayan 17 Februari 2017 pada 18.20 #

      Iya, biasanya saya lepas, semua direbus kecuali karetnya

Trackbacks/Pingbacks

  1. MPASI Homemade , Tantangan Selanjutnya | Catatan Bunda - 3 Desember 2013

    […] sempat mengalami bingung puting juga. Tapi untunglah ahirnya lulus juga. Setelah berhasil melewati perjuangan memberikan ASI Ekslusif , bersiap siap untuk tantangan selanjutnya yaitu melanjutkan pemberian ASI sampai dengan dua tahun […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: