Lotus Birth…

30 Apr

PRERNANTUntuk mencapai hidup yang lebih baik, terkadang kita justru perlu belajar pada kearifan alam”

Boleh di bilang agak terlambat juga mengetahui apa itu Gentle Birth , Lotus Birth dan seluk beluknya. Bagaimana  tidak,  ini adalah kehamilan untuk kesekian kalinya. Tapi tak ada kata terlambat untuk berusaha.Pertama kali mengetahui  istilah LOTUS BIRTH dari blog cmindonesia. Bahkan saat itu aku belum hamil. Setelah positif hamil jadi makin semangat mencari-cari informasi lebih jauh tentang LOTUS BIRTH  hingga tak sengaja menemukan sebuah GRUP FB “ Gentle Birth Untuk Semua ” ( GBUS ) . Di Grup FB ini banyak sekali  informasi yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu agar bisa menjalani proses kehamilan dengan nyaman hingga melahirkan nanti.     Memang  dari persalinan anak pertama sampai keempat semuanya normal dan lancar, dan tidak terlalu lama, tapi tak berarti bahwa  aku tak merasakan sakit, nyeri seperti yang dirasakan orang bersalin pada umumnya. Bahkan saat melahirkan anak kedua , sempat ada perasaan trauma dan tak ingin melahirkan lagi. Di  persalinan ketiga dan keempatlah  aku mulai merasa lebih tenang. Kini setelah rajin mencari informasi mengenai seluk beluk persalinan semakin besar keinginanku untuk melahirkan ala Gentle Birth, lebih khususnya Lotus Birth, karena sebagai orang tua aku ingin memberikan yang terbaik untuk anakku.  Meskipun saat ini Lotus Birth masih menjadi pro dan kontra di kalangan tenaga Kesehatan, tapi secara pribadi aku sangat menyetujui prinsip-prinsip Gentle Birth ( GB ) ini. Saat ini mulai  berusaha terus memberdayakan diri , semoga saat kelahiran nanti bisa terwujud keinginanku untuk melahirkan ala Gentle Birth / Lotus Birth .

APA ITU GENTLE BIRTH

Gentle Birth merupakan persalinan alami yang menitikberatkan proses kelahiran yang tenang. Memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh seorang manusia.

Filosofi Gentle birth 

  Gentle birth tidak menentukan daftar aturan yang harus diikuti. Ini adalah pendekatan untuk kelahiran yang menggabungkan nilai-nilai individu seorang wanita dan keyakinan. Setiap kelahiran adalah pengalaman yang kuat – kadang-kadang menyakitkan, selalu transformasional. Setiap kelahiran adalah sebuah pengalaman yang unik bagi ibu dan bayi mengalaminya. Unsur-unsur yang membentuk sebuah gentlebirth tentu tidak baru atau revolusioner. Banyak telah menjadi bagian dari melahirkan selama ribuan tahun. Sebuah gentlebirth bergantung pada pemahaman bahwa persalinan merupakan bagian dari sebuah kontinum misterius peristiwa fisiologis, dimulai dengan konsepsi dan berlanjut dengan baik pada tahun-tahun pertama kehidupan. Ibu dan bayi, tak terpisahkan dan saling bergantung, bekerja bersama sebagai dalam satu unit dari pembuahan telur sampai proses penyapihan dari pemberian ASI terjadi. Obligasi yang dihasilkan dibuat selama periode ini adalah dasar dalam kehidupan mereka. Kehamilan memberikan kesadaran berharga dan tinggi dari aspekseorang wanita sebagai wujud dirinya sendiri dan kehidupan. Dukungan dalam mengakses kebijaksanaan, bimbingan dengan pendidikan, dan pemodelan, memungkinkan dia untuk lebih mudah melepaskan resistensi yang dipelajari sebelumnya atau takut. Hal ini memudahkan pengalaman Gentle Lahir.

Esensi dari Gentle birth  

Sebuah gentlebirth terjadi ketika seorang wanita didukung oleh orang-orang yang memilih untuk tinggal bersama selama waktu yang paling intim dalam persalinannya. Dia harus dicintai dan dipelihara oleh orang-orang di sekitarnya sehingga dia bisa merasa nyaman dan cukup aman untuk mengikuti naluri alaminya. Selama kelahiran, seorang wanita merasa dan merasakan kekuatan dan energi saat persalinan. Gentlebirth adalah proses persalinan yang lembut dan tidak terburu-buru.Bayi lahir dengan kecepatan sendiri dan dalam “waktunya” sendiri. lalu diterima ke dalam tangan orang-orang yang mencintai dan mengakuinya sebagai manusia dengan tujuan hidup sendiri, Berikut adalah saran untuk membantu seorang perempuan untuk menciptakan pengalaman persalinan mereka yang lembut.

LOTUS BIRTH

Lotus Birth, atau tali pusat yang tidak dipotong, adalah membiarkan tali pusat yang tidak diklem dan  lahir  secara utuh (jadi setelah bayi lahir, tali pusat tidak dilakukan pengekleman dan setelah plasenta lahir, plasenta beserta talipusatnya dibiarkan saja hingga nanti saatnya “puput”)

Segera setelah bayi lahir ada sebuah proses fisiologis normal dalam perubahan Wharton’s jelly yang menghasilkan pengkleman internal alami pada plasenta (sisi maternal) dalam 10-20 menit pasca persalinan.

Dalam lotus birth plasenta dibiarkan dan Tali pusat kemudian Kering dan akhirnya lepas dari umbilicus. Pelepasan tersebut umumnya terjadi 3-10 hari setelah lahir. Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) menekankan pentingnya penyatuan atau penggabungan pendekatan untuk asuhan ibu dan bayi, dan menyatakan dengan jelas (dalam Panduan Praktis Asuhan Persalinan Normal:, Geneva, Swiss, 1997) “Penundaan Pengkleman (atau tidak sama sekali diklem) adalah cara fisiologis dalam perawatan tali pusat, dan pengkleman tali pusat secara dini merupakan intervensi yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.”

Lotus Birth jarang dilakukan di rumah sakit tetapi umumnya dilakukan di klinik dan rumah bersalin, sampai saat ini di Indonesia baru BALI (Yayasan Bumi Bali Sehat, Nyuh Kuning, Ubud, BALI) yang sudah menerapkan Lotus birth. Lotus birth memungkinkan terjadinya proses bonding attachment antara ibu dan bayi, hal ini tentunya bermanfaat bagi ibu dan bayi yang baru lahir.

Gambaran mekanismenya adalah, Sementara segera setelah bayi lahir penolong persalinan langsung melakukan penilaian APGAR Score, membersihkan /menghisap lendir dan mengeringkan tubuh bayi (kecuali kaki dan tangan), lalu melakukan IMD (inisiasi Menyusu Dini) peran ayah disini adalah ayah/pendamping persalinan menjadi bayi dan membantu melakukan rangsangan putting susu atau melakuakn pemijatan di beberapa titik di tubuh si ibu untuk merangsang oksitosin alami keluar sehingga membantu mencegah persarahan dan membantu pelepasan plasenta. Hanya dengan memegang tali pusat, penolong mencoba untuk melakukan penegangan tali pusat terkendali untuk menilai apakah plasenta udah lepas atau belum. sedangkan prosedur yang lebih lanjut ditunda terlebih dahulu sampai satu jam setelah melahirkan.

Pada Lotus Birth, kelebihan cairan yang dikeluarkan plasenta  disimpan dalam mangkuk atau waskom terbuka atau dibungkus kain, lalu didekatkan dengan bayi. Kain yang digunakan untuk  menutupi plasenta atau wadah yang digunakan harus memungkinkan terjadinya pertukaran udara, sehingga plasenta mendapatkan udara dan mulai mengering serta tidak berbau busuk.

Garam laut sering digunakan untuk mempercepat proses pengeringan plasenta. Kadang-kadang minyak esensial, seperti lavender, atau bubuk tumbuh-tumbuhan seperti goldenseal, neem, bersama dengan lavender  juga digunakan untuk  tambahan antibacterial. Apabila tindakan pengeringan plasenta tidak diterapkan dengan baik plasenta akan memiliki bau yang berbeda, bau tersebut dapat diatasi  dengan penanaman plasenta secara langsung atau didinginkan setelah minggu pertama pasca persalinan.

Karena adanya praktek budaya yang berbeda maka proses pengawetan plasenta dilakukan dalam berbagai cara yang berbeda. Beberapa orang lebih memilih untuk menyimpan plasenta sehingga dapat menguburkannya dengan anak di akhir kehidupan anak tersebut. Sedangkan yang lainnya membiarkan plasenta sampai mengerut dan mengering secara alami dan kemudian dikuburkan. Salah satu contohnya adalah Orang-orang Igbo di Nigeria, mereka menguburkan plasenta setelah lahir dan sering menanam pohon diatas kuburan plasenta tersebut.

Berbicara tentang budaya, di Bali memiliki berbagai tradisi dan ritual mengenai proses kelahiran. Setiap kelahiran membawa cerita yang baru dan  berbeda untuk dijadikan sebuah pelajaran. Setiap wanita menyanyikan lagu kelahiran sendiri untuk bayinya. Ada banyak sukacita dan perayaan pada saat kelahiran. Para peneliti kebidanan di Bali mempraktekkan  pendekatan hands-off  yaitu praktek yang meminimalisir intervensi yang dilakukan terhadap ibu hal tersebut memungkinkan seorang ibu untuk mampu meyakinkan dirinya dengan didukung oleh suami atau anggota keluarganya, dengan terus-menerus menentramkan hati bahwa ia mampu melahirkan bayinya dengan tubuhnya yang sebenarnya telah  dirancang untuk mampu melahirkan secara alami.

Sumber

Yessi Aprilia ,Dokkumen GBUS
Dok GBUS

Iklan

Satu Tanggapan to “Lotus Birth…”

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kelahiran Dedek “Kenzie ” | Catatan Bunda - 24 Juni 2013

    […] manfaat penundaan pengekleman / pemotongan tali pusat  ( Delay Cord Clamping ) bisa dibaca di sini. Pada awalnya kami berencana untuk Lotus Birth ( membiarkan tali placenta terlepas dengan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: